Emas Konsolidasi di Atas 4.600, Ditekan Dolar dan Sinyal Fed
Harga emas (XAU/USD) bergerak dalam rentang sempit pada sesi Asia Jumat (01/5), bertahan nyaman di atas level US$4.600. Meski sempat menguat sehari sebelumnya, emas belum mendapat dorongan beli lanjutan dan masih mengarah pada penurunan mingguan kedua beruntun.
Pergerakan emas dibatasi oleh dolar AS yang kembali stabil setelah pelemahan Kamis, ketika risiko geopolitik meningkat akibat mandeknya pembicaraan damai AS-Iran. Dalam kondisi seperti ini, status dolar sebagai aset cadangan cenderung mendapat dukungan, sehingga menahan ruang naik emas.
Tekanan geopolitik juga datang dari pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menolak proposal Iran untuk membuka Selat Hormuz dan melonggarkan blokade, serta menegaskan blokade laut akan dipertahankan sampai ada kesepakatan yang menjawab kekhawatiran AS soal program nuklir Iran. Laporan bahwa AS mempertimbangkan serangan militer baru turut memperkuat sentimen kehati-hatian pasar.
Dari sisi kebijakan moneter, The Fed menahan suku bunga di 3,50%–3,75% pada Rabu, dengan jumlah dissent tertinggi sejak 1992, ketika tiga pembuat kebijakan menolak nada yang lebih akomodatif dalam pernyataan. Nada yang cenderung hawkish ini mendukung dolar dan menjadi hambatan bagi emas karena emas tidak memberi imbal hasil.
Data AS terbaru memperkuat narasi inflasi yang kembali menguat dan ekonomi yang tetap resilien. Indeks harga PCE naik 0,7% (MoM) pada Maret, sementara laju tahunan naik menjadi 3,5% dari 2,8% pada Februari; core PCE naik 3,2% (YoY) dari 3,0%. Estimasi awal GDP menunjukkan ekonomi AS tumbuh 2,0% (annualized) pada kuartal I 2026, naik dari 0,5% pada kuartal IV 2025.
Namun, pasar juga mulai membuka kembali peluang pelonggaran: probabilitas setidaknya satu pemangkasan 25 bps pada 2026 naik ke atas 15% dari 1,3% sehari sebelumnya. Pergeseran ini menahan pelaku pasar dolar untuk agresif, sehingga membantu membatasi tekanan turun emas. Fokus berikutnya mengarah ke rilis ISM Manufacturing PMI, sembari pasar tetap sensitif pada perkembangan Timur Tengah yang bisa mengubah arah dolar dan emas.
5 inti poin penting:
- Emas bertahan di atas US$4.600, tetapi belum ada follow-through buying dan rawan minus mingguan kedua.
- Ketegangan AS-Iran menopang dolar, menahan ruang naik emas.
- Trump menegaskan blokade Iran tetap berjalan; ada laporan pertimbangan serangan baru.
- Fed menahan suku bunga 3,50%–3,75% dengan dissent tinggi; data PCE dan GDP menunjukkan inflasi menguat, ekonomi tetap solid.
- Peluang rate cut 2026 naik ke atas 15%, membatasi penguatan dolar; pasar menanti ISM PMI dan headline Timur Tengah.(asd)
Sumber: Newsmaker.id