Sterling Menguat di Tengah Ketidakpastian Global
GBP/USD kembali menunjukkan penguatan dalam perdagangan terbaru, dengan harga bergerak di kisaran 1.36 dan mencatat kenaikan signifikan dalam beberapa sesi terakhir. Penguatan ini mencerminkan tekanan terhadap dolar Amerika Serikat di tengah dinamika global yang masih dipenuhi ketidakpastian, sekaligus memperkuat posisi pound Inggris sebagai salah satu mata uang utama yang sedang diuntungkan.
Dari sisi fundamental, pelemahan dolar menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan GBP/USD. Tekanan terhadap dolar muncul seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga oleh Federal Reserve, yang dinilai mulai menghadapi dilema antara menjaga inflasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini membuat investor cenderung mengurangi eksposur terhadap dolar dan beralih ke mata uang lain, termasuk pound Inggris.
Sementara itu, pound Inggris mendapatkan dukungan tambahan dari kebijakan Bank of England yang mempertahankan suku bunga di level 3,75%. Keputusan ini mencerminkan sikap hati-hati bank sentral di tengah tekanan inflasi dan ketidakpastian ekonomi global, namun tetap memberikan sinyal bahwa kebijakan moneter Inggris masih relatif ketat dibandingkan negara lain. Sterling bahkan sempat menguat ke sekitar 1.35 terhadap dolar dalam perdagangan terbaru.
Dari sisi teknikal, pergerakan GBP/USD menunjukkan sinyal bullish yang cukup kuat setelah berhasil menembus resistance penting di area 1.35–1.36. Indikator momentum seperti RSI yang berada di atas level 60 menunjukkan dominasi buyer di pasar, membuka peluang bagi kenaikan lanjutan menuju level 1.37 hingga 1.38 apabila sentimen positif tetap terjaga.
PENYEBAB UTAMA :
Dolar AS melemah (USD pressure)
Ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve
Sikap hawkish relatif dari Bank of England
Sentimen global & geopolitik. (CP)
Sumber: Newsmaker.id