Emas Naik 2%, Namun Secara Bulanan Tetap Menurun
Harga emas naik lebih dari 2% pada Kamis (30/04), ditopang pelemahan dolar AS dan meredanya harga minyak, namun masih berada di jalur penurunan bulanan kedua berturut-turut di tengah kekhawatiran inflasi akibat perang Iran yang mengaburkan prospek pemangkasan suku bunga.
Spot gold naik 2,2% ke US$4.639,26 per ons, setelah sempat menyentuh level terendah satu bulan pada Rabu. Kontrak berjangka emas Juni naik sekitar 2% ke US$4.652,30.
Pelemahan dolar dipicu sinyal tegas pejabat Jepang mengenai potensi intervensi untuk menopang yen, yang membuat emas berdenominasi dolar lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain. Pada saat yang sama, minyak global turun setelah sempat menyentuh puncak empat tahun, memberi ruang bagi pemulihan emas dalam sesi harian.
Meski rebound, spot gold tercatat turun 0,7% sepanjang bulan ini. Lonjakan energi selama konflik meningkatkan risiko inflasi dan membuat jalur penurunan suku bunga menjadi lebih terbatas, sementara suku bunga yang lebih tinggi biasanya mengurangi daya tarik emas dibanding aset berbunga.
The Fed mempertahankan suku bunga pada Rabu sembari menyoroti kekhawatiran inflasi, dan Bank of England juga menahan suku bunga sambil memaparkan skenario dampak perang Iran yang dalam kondisi tertentu dapat menuntut kenaikan biaya pinjaman secara lebih “forceful”. Pelaku pasar kini mencermati arah inflasi AS, pergerakan dolar dan minyak, serta sinyal bank sentral terkait timing pelonggaran, di tengah volatilitas permintaan fisik yang melemah di India namun premi di China meningkat jelang libur May Day. (gn)*
Sumber: Newsmaker.id