Bitcoin Terjepit Risk-Off, FOMC dan Regulasi Siap Guncang Pasar
Bitcoin bergerak relatif stabil memasuki sesi Eropa pada Rabu (19/8), diperdagangkan di sekitar US$64.412. Sepanjang perdagangan hari ini, BTC sempat menyentuh level tertinggi sekitar US$64.926 dan terendah US$64.015. Pergerakan tersebut menunjukkan Bitcoin masih bertahan di atas area psikologis US$64.000, tetapi momentum kenaikannya belum cukup kuat untuk membawa harga keluar dari fase konsolidasi.
Perhatian pasar kripto saat ini tertuju pada proposal regulasi baru dari Securities and Exchange Commission (SEC) AS bertajuk “Regulation Crypto Assets.” Aturan tersebut menawarkan dua jalur pengecualian registrasi sekuritas untuk kontrak investasi tertentu yang melibatkan aset kripto. Salah satunya memungkinkan penerbit mengumpulkan hingga US$5 juta selama periode empat tahun, sementara skema lainnya membuka ruang penghimpunan dana hingga US$75 juta dalam periode 12 bulan. Proposal tersebut juga mencakup konsep safe harbor dalam kondisi tertentu.
Ketua SEC Paul Atkins menilai kerangka tersebut dapat memberikan jalur yang lebih jelas bagi perusahaan kripto untuk memperoleh pendanaan di bawah hukum sekuritas federal. Sentimen ini menjadi faktor positif jangka menengah bagi industri karena menunjukkan regulator AS mulai bergerak menuju aturan yang lebih spesifik untuk aset digital. Namun, ketidakpastian belum sepenuhnya hilang karena reformasi yang lebih luas melalui Clarity Act masih menghadapi hambatan di Kongres, sehingga keberlanjutan kerangka regulasi tetap menjadi perhatian pasar.
Katalis berikutnya datang dari Washington. Presiden Donald Trump diperkirakan menghadiri pertemuan di Gedung Putih bersama eksekutif industri kripto, prediction market, keuangan tradisional, dan sektor AI pada Rabu. Pertemuan tersebut akan dilanjutkan dengan agenda Innovation Advisory Committee CFTC pada Kamis, sehingga investor menunggu apakah pemerintah AS akan memberikan petunjuk baru mengenai arah regulasi aset digital.
Dari sisi makro, tekanan terhadap Bitcoin sedikit berkurang setelah yield Treasury AS mulai turun dari level tertingginya. Yield Treasury tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,686%, sementara tenor 30 tahun berada di sekitar 5,271%. Penurunan yield dan pelemahan Dollar Index ke sekitar 99,43 seharusnya memberikan ruang bagi aset berisiko. Namun, ketegangan AS-Iran dan harga minyak yang tetap tinggi masih menjaga sentimen global dalam mode hati-hati karena pasar khawatir lonjakan energi dapat kembali mendorong inflasi. Investor juga menunggu risalah FOMC untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah suku bunga The Fed.
Analisis Newsmaker: Bitcoin saat ini berada dalam situasi tarik-menarik antara sentimen regulasi yang semakin konstruktif dan kondisi makro-geopolitik yang masih risk-off. Selama BTC mampu bertahan di atas area US$64.000, peluang untuk kembali menguji US$64.900–US$65.000 masih terbuka. Breakout di atas US$65.000 dapat memperkuat momentum pemulihan, sedangkan kegagalan mempertahankan US$64.000 berpotensi membawa harga kembali menguji area bawah intraday. Untuk sesi Eropa hingga AS hari ini, perhatian terbesar pasar akan tertuju pada perkembangan regulasi dari Washington, FOMC Minutes, pergerakan Treasury yield, serta konflik AS-Iran. (arl)
Sumber : Newsmaker.id