• Wed, Aug 19, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

19 August 2026 16:10  |

Minyak Rally 4 Sesi, Pasar Takut Pasokan Terganggu

Harga minyak kembali menguat pada perdagangan Rabu (19/8) dan mencatat kenaikan untuk sesi keempat berturut-turut. Brent naik sekitar 0,3% ke US$91,32 per barel, sementara WTI menguat 0,4% ke US$85,28. Keduanya kini bergerak di sekitar level tertinggi tiga pekan, ditopang kekhawatiran bahwa ketegangan AS-Iran dapat membuat pasokan global tetap ketat dalam beberapa bulan ke depan.

Faktor utama masih datang dari Selat Hormuz. Data pelayaran menunjukkan lalu lintas tanker melalui jalur strategis tersebut terus menurun. Hanya enam kapal komoditas yang melintas pada Selasa, turun dari sembilan kapal sehari sebelumnya dan di bawah rata-rata harian 10 hari sebanyak 11 kapal. Penurunan aktivitas ini memperkuat kekhawatiran pasar terhadap kelancaran ekspor energi dari kawasan Teluk.

Ketegangan diplomatik juga belum menunjukkan tanda mereda. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dilaporkan membahas keamanan Teluk dan kebebasan navigasi di Hormuz dengan penasihat keamanan nasional Uni Emirat Arab. Sementara itu, Presiden Donald Trump menegaskan tidak ada pembicaraan dengan Iran yang sedang berlangsung maupun dijadwalkan.

Iran juga membantah adanya negosiasi dengan Washington dan menolak klaim AS bahwa Hormuz telah kembali terbuka. Teheran menyatakan jalur tersebut akan tetap ditutup sampai AS memenuhi sejumlah persyaratan dalam kesepakatan sementara yang telah berakhir. Berakhirnya kerangka perjanjian itu tanpa tanda-tanda perpanjangan membuat risiko geopolitik tetap tinggi.

Dukungan tambahan bagi harga minyak datang dari laporan American Petroleum Institute yang menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun tipis pekan lalu. Data tersebut meningkatkan ekspektasi bahwa laporan resmi persediaan EIA juga dapat menunjukkan penurunan. Stok AS yang mengecil menjadi sinyal tambahan bahwa kondisi pasokan domestik bisa semakin ketat, terutama di tengah tekanan terhadap cadangan minyak strategis.

Analisis Newsmaker: Bias minyak masih cenderung bullish selama ketidakpastian Hormuz belum mereda dan stok AS terus menurun. Brent berpeluang mempertahankan area di atas US$90 dan kembali menguji US$92–US$93 jika gangguan pelayaran memburuk. Namun, karena harga telah naik empat sesi berturut-turut, pasar juga mulai rawan profit taking jika data EIA menunjukkan kenaikan stok atau muncul tanda-tanda deeskalasi AS-Iran. (arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai