NFP Anjlok, Bitcoin Mulai Bangkit
Bitcoin bergerak menguat dan kini berada di sekitar US$65.000–US$65.400 pada perdagangan Jumat (7/8). BTC mencoba keluar dari fase konsolidasi setelah beberapa hari tertahan di kisaran US$62.000–US$65.000.
Sentimen utama datang dari data tenaga kerja AS yang jauh lebih lemah dari perkiraan. Nonfarm Payrolls Juli turun 23 ribu, berbanding terbalik dengan perkiraan kenaikan 80 ribu. Data dua bulan sebelumnya juga direvisi turun total 103 ribu pekerjaan, menunjukkan pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum.
Pertumbuhan upah ikut melemah, sementara tingkat partisipasi tenaga kerja turun ke 61,4%. Kondisi tersebut membuat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September turun menjadi sekitar 40% dari 55% sebelum NFP. Yield obligasi AS dan dolar ikut melemah, memberikan sentimen positif bagi aset berisiko seperti saham dan kripto.
Namun, Bitcoin belum mendapat dorongan sebesar saham teknologi. Ketidakpastian Selat Hormuz masih menjadi risiko karena belum ada kesepakatan final mengenai pembukaan jalur pelayaran. Harga minyak yang tetap tinggi dapat kembali meningkatkan inflasi dan membuat The Fed mempertahankan kebijakan ketat lebih lama.
Dari sisi kripto, sentimen institusi mulai membaik, tetapi pasar masih menghadapi hambatan. Senat AS menunda pembahasan Clarity Act, regulasi penting untuk struktur pasar kripto, hingga setelah masa reses. Kondisi ini membuat investor belum sepenuhnya agresif meskipun tekanan dari sisi suku bunga mulai berkurang.
Analisis Newsmaker: NFP yang sangat lemah menjadi fundamental positif bagi Bitcoin karena mengurangi ancaman kenaikan suku bunga The Fed. Area US$65.000–US$65.500 sekarang menjadi level penting. Jika berhasil ditembus dan dipertahankan, BTC berpeluang bergerak menuju US$67.000. Sebaliknya, jika gagal breakout, Bitcoin dapat kembali terkonsolidasi menuju US$64.000 hingga US$62.000. (arl)
Sumber: Newsmaker.id