Barkin: Pasar Kerja AS Mulai Rapuh
Presiden The Fed Richmond, Tom Barkin, menilai pasar tenaga kerja Amerika Serikat saat ini berada dalam kondisi “weak balance” atau keseimbangan yang lemah. Perekrutan tenaga kerja masih rendah, tetapi tingkat pengangguran juga belum menunjukkan lonjakan besar.
Pernyataan tersebut muncul setelah data tenaga kerja Juli menunjukkan ekonomi AS kehilangan pekerjaan secara tak terduga. Data dua bulan sebelumnya juga direvisi lebih rendah, meskipun tingkat pengangguran turun tipis menjadi 4,1%.
Menurut Barkin, kondisi tenaga kerja saat ini tidak terlalu ketat maupun terlalu longgar. Ia juga mengatakan belum melihat tekanan kenaikan upah yang berarti, sehingga pasar tenaga kerja saat ini dinilai tidak memberikan tambahan tekanan terhadap inflasi.
The Fed sebelumnya mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75% untuk kelima kalinya secara beruntun. Namun, sejumlah pejabat masih membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi kembali meningkat dan menjauh dari target 2%.
Barkin menggambarkan kebijakan suku bunga seperti mengendalikan kapal. Jika tekanan inflasi kembali menguat, The Fed mungkin perlu “mengencangkan” kebijakan dengan menaikkan suku bunga. Ia juga menyoroti bahwa sebagian besar pertumbuhan pekerjaan belakangan ini berasal dari sektor kesehatan, yang mulai menghadapi ketidakpastian terkait kebijakan pemerintah.
Analisis Newsmaker: Komentar Barkin memperkuat sinyal bahwa pasar tenaga kerja AS mulai kehilangan momentum dan belum menjadi sumber tekanan inflasi. Kondisi ini cenderung negatif bagi dolar dan positif bagi emas karena dapat mengurangi kebutuhan The Fed menaikkan suku bunga. Namun, arah kebijakan tetap bergantung pada inflasi; jika harga kembali meningkat, peluang kenaikan suku bunga masih terbuka.(arl)
Sumber: Newsmaker.id