Yield Melonjak, Perak Kehilangan Momentum
Harga perak melemah pada sesi Eropa Selasa (18/8) setelah sempat bergerak lebih tinggi pada awal perdagangan. Berdasarkan harga terbaru, XAG/USD berada di kisaran US$64,98 per troy ons, turun dari penutupan sebelumnya sekitar US$65,78. Silver hari ini sempat bergerak dalam rentang sekitar US$64,76–US$66,55, menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi.
Tekanan utama datang dari lonjakan yield obligasi AS. Yield Treasury tenor 10 tahun naik ke sekitar 4,74%, sedangkan tenor 30 tahun mencapai sekitar 5,33%, level tertinggi sejak 2007. Kenaikan imbal hasil membuat aset tanpa bunga seperti silver dan gold menjadi relatif kurang menarik serta memicu koreksi yang lebih luas di pasar logam.
Harga minyak yang tetap tinggi juga menjadi beban. Brent masih bergerak di sekitar US$91 per barel akibat kebuntuan konflik AS-Iran dan meningkatnya risiko di Selat Hormuz. Lonjakan energi kembali menghidupkan kekhawatiran inflasi, sehingga pasar belum sepenuhnya menutup kemungkinan The Fed melakukan pengetatan tambahan jika tekanan harga kembali meningkat.
Meski demikian, fundamental dari sisi kebijakan moneter masih memberikan penopang bagi silver. Setelah data tenaga kerja, inflasi, dan Retail Sales AS melemah, pasar kini hanya memperkirakan sekitar 36,6% peluang kenaikan suku bunga September, sehingga probabilitas Fed mempertahankan suku bunga masih lebih besar. Dollar Index juga masih relatif lemah di sekitar 99,5.
Dari sisi permintaan, silver tetap memiliki dukungan struktural dari sektor teknologi seperti panel surya, kendaraan listrik, jaringan listrik, data center, dan infrastruktur AI. Namun, Silver Institute memperkirakan penggunaan industri secara keseluruhan pada 2026 dapat turun sekitar 2% karena efisiensi penggunaan dan substitusi terutama di industri photovoltaic, sehingga faktor industri belum sepenuhnya menjadi katalis bullish jangka pendek.
Analisis Newsmaker: Silver saat ini menghadapi tekanan jangka pendek dari yield dan harga minyak, sementara ekspektasi Fed hold masih menjadi penahan penurunan. Area US$64,75–US$65 menjadi support penting; jika ditembus, tekanan dapat berlanjut menuju sekitar US$64–US$63,50. Sebaliknya, jika buyer mampu membawa XAG/USD kembali di atas US$65,50, peluang menguji US$66–US$66,55 kembali terbuka. Fokus berikutnya tertuju pada risalah FOMC Rabu, yang dapat menentukan arah dolar, yield, dan logam mulia.(arl)
Sumber : Newsmaker.id