Minyak Menguat Ditengah Perebutan Hormuz Kembali Memanas
Harga minyak kembali menguat tajam pada perdagangan Senin setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mengenai Selat Hormuz semakin meningkat. Brent untuk kontrak Oktober naik sekitar 2,5% ke US$90,68 per barel, sementara WTI menguat sekitar 2,7% ke US$83,64. Kenaikan tersebut melanjutkan reli pekan lalu ketika kedua acuan minyak membukukan penguatan lebih dari 5%.
Sentimen pasar memanas setelah Presiden Donald Trump kembali menegaskan bahwa Amerika Serikat memiliki “kendali penuh” atas Selat Hormuz melalui blokade laut terhadap pelabuhan Iran. Washington sebelumnya juga mengancam akan mempertahankan blokade tersebut tanpa batas waktu jika Teheran tidak memenuhi tuntutan AS.
Ketegangan semakin meningkat setelah Trump mengancam Oman jika negara tersebut menghalangi operasi blokade AS. Oman sendiri tengah terlibat dalam pembicaraan dengan Iran mengenai kerangka pengelolaan Selat Hormuz, tetapi Washington belum menjadi bagian dari negosiasi tersebut.
Pada saat yang sama, memorandum kesepahaman antara Washington dan Teheran yang dibuat pada pertengahan Juni resmi berakhir pada Senin. Kesepakatan tersebut sebenarnya telah kehilangan efektivitas sejak Juli, dan Trump mengatakan tidak berniat memperpanjangnya, memperkecil harapan tercapainya solusi diplomatik dalam waktu dekat.
Iran juga tetap mengklaim memiliki kendali atas Hormuz dan meminta sejumlah syarat sebelum membuka kembali jalur tersebut secara penuh, termasuk penghentian serangan dan pencairan aset Iran yang dibekukan. Perbedaan posisi kedua negara membuat risiko gangguan terhadap salah satu jalur energi terpenting dunia tetap tinggi.
Analisis Newsmaker: Kenaikan Brent di atas US$90 menunjukkan pasar kembali menaikkan premi risiko geopolitik setelah jalur diplomasi AS-Iran semakin buntu. Selama Hormuz tetap terganggu dan blokade AS berlanjut, minyak berpeluang mempertahankan momentum penguatan. Namun, reli yang cukup cepat juga meningkatkan risiko profit taking jika muncul tanda-tanda kompromi atau peningkatan arus pelayaran melalui selat tersebut.(yds)
Sumber: Newsmaker.id