Emas Tembus Level Kunci, Momentum Bullish Berlanjut
Harga emas melanjutkan penguatan pada perdagangan sesi AS Senin (17/8). XAU/USD bergerak di sekitar US$4.419 per troy ons setelah sempat mencapai sekitar US$4.428. Posisi tersebut jauh lebih tinggi dibanding penutupan sebelumnya di sekitar US$4.377 dan menunjukkan buyer kembali menguasai momentum setelah emas sempat tertahan di bawah US$4.400 pada sesi sebelumnya.
Penguatan emas masih mendapat dukungan utama dari pelemahan dolar AS. Dollar Index berada di sekitar 99,41, turun sekitar 0,26% dan mendekati level terendah dalam beberapa bulan terakhir. Dolar tertekan setelah Retail Sales dan Consumer Sentiment AS menunjukkan pelemahan, sementara data inflasi pekan lalu relatif terkendali.
Rangkaian data AS tersebut membuat pasar semakin memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada September. Probabilitas Fed hike kini hanya berada di sekitar 31%–33%, jauh lebih rendah dibanding sekitar separuh pada pekan sebelumnya. Berkurangnya risiko kenaikan suku bunga menjadi sentimen positif bagi emas karena menurunkan opportunity cost memegang aset tanpa imbal hasil.
Namun, risiko inflasi dari Timur Tengah belum sepenuhnya hilang. Ketegangan AS-Iran dan gangguan pelayaran melalui Selat Hormuz masih menjaga harga energi di level tinggi. Kondisi tersebut menjadi dua sisi bagi emas: konflik dapat meningkatkan permintaan safe haven, tetapi lonjakan minyak yang terlalu kuat juga dapat menghidupkan kembali tekanan inflasi dan membuat The Fed mempertahankan sikap hawkish.
Fokus pasar berikutnya tertuju pada risalah pertemuan The Fed Juli yang akan dirilis Rabu. Dokumen tersebut akan menjadi perhatian untuk melihat seberapa besar perbedaan pandangan di internal The Fed mengenai kebutuhan menaikkan suku bunga setelah keputusan sebelumnya mempertahankan kebijakan tidak berubah.
Analisis Newsmaker: Keberhasilan gold menembus kembali US$4.400 memperkuat momentum bullish jangka pendek. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, resistance terdekat berada di sekitar US$4.428–US$4.450. Jika area itu ditembus dengan kuat, ruang kenaikan berikutnya semakin terbuka. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan US$4.400 dapat memicu profit taking menuju area US$4.380–US$4.370 sebelum pasar mendapat katalis baru dari The Fed. (arl)
Sumber : Newsmaker.id