• Tue, Aug 18, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

18 August 2026 16:32  |

Dolar Stabil, Risiko Inflasi Kembali Menghantui Pasar

Dolar AS mulai stabil pada perdagangan Selasa (18/8) setelah mengalami tekanan selama beberapa sesi sebelumnya. Indeks Dolar  bergerak di sekitar 99,65 setelah sempat turun ke 99,33, level terendah sejak awal Juni. Permintaan terhadap greenback kembali muncul ketika meningkatnya ketegangan Timur Tengah menggeser perhatian pasar dari ekspektasi Federal Reserve yang lebih dovish.

Dari sisi ekonomi, dolar sebenarnya masih dibayangi rangkaian data AS yang lemah. Nonfarm Payrolls Juli mengalami kontraksi, pertumbuhan harga produsen relatif datar, sementara Retail Sales turun 0,6%. Kondisi tersebut membuat pasar memperkirakan peluang sekitar 65% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada September.

Namun, kenaikan tajam harga minyak kembali menghidupkan risiko inflasi. Brent telah bergerak di atas US$91 per barel setelah kesepakatan sementara AS-Iran berakhir tanpa penyelesaian, sementara ketegangan di Selat Hormuz kembali meningkat. Risiko energi yang lebih tinggi membuat pelaku pasar enggan mendorong dolar turun lebih jauh karena The Fed masih dapat mempertahankan kebijakan ketat apabila inflasi kembali naik.

Yen Jepang kembali melemah dengan USD/JPY mendekati area psikologis 160. Pelemahan tersebut terjadi meskipun Bank of Japan masih membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan. Perbedaan yield AS-Jepang dan aktivitas carry trade tetap menjadi tekanan utama bagi yen, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan intervensi baru jika USD/JPY menembus 160 secara meyakinkan.

Mata uang utama lainnya juga kehilangan sebagian momentum. Euro terkoreksi setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak pertengahan Juni, sementara poundsterling turun tipis dari posisi tertingginya dalam beberapa bulan. Pasar kini menunggu risalah FOMC Juli dan agenda Jackson Hole untuk mencari petunjuk apakah The Fed lebih mengkhawatirkan pelemahan ekonomi atau risiko inflasi akibat kenaikan harga energi.

Analisis Newsmaker: Dolar saat ini berada dalam tarik-menarik antara data ekonomi AS yang melemah dan lonjakan minyak yang kembali meningkatkan risiko inflasi. Jika ketegangan Timur Tengah terus mendorong energi naik, dolar berpeluang mendapat dukungan dari safe-haven demand dan ekspektasi suku bunga lebih tinggi. Sebaliknya, jika minyak mulai mereda dan data AS kembali lemah, tekanan terhadap DXY dapat berlanjut dan memberi ruang penguatan bagi euro, pound, serta mata uang utama lainnya.(arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai