• Tue, Jun 2, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

12 May 2026 15:19  |

Brent Tembus US$107, Risiko Pasokan Hormuz Kembali Disorot!

Harga minyak naik sekitar 2% pada Selasa (12/05) setelah harapan tercapainya kesepakatan cepat untuk mengakhiri perang AS-Israel dengan Iran mereda, menghidupkan kembali kekhawatiran gangguan pasokan. Brent menguat lebih dari US$2 atau 2,6% ke US$107,09 per barel, sementara WTI naik US$2,78 atau 2,6% ke US$102,154, setelah keduanya juga naik hampir 2,8% pada Senin kemarin.

Sentimen pasar bergeser setelah Presiden AS Donald Trump menyebut gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi “on life support”, menyoroti perbedaan pandangan terkait sejumlah tuntutan, termasuk penghentian permusuhan di semua фрон, pencabutan blokade laut AS, dimulainya kembali penjualan minyak Iran, serta kompensasi kerusakan perang. Narasi ini mendorong premi risiko geopolitik kembali masuk ke harga minyak.

Fokus utama pelaku pasar tetap pada Selat Hormuz, jalur yang menampung sekitar seperlima aliran minyak dan LNG global. Iran menegaskan kedaulatannya atas selat tersebut, sementara kekhawatiran atas potensi pembatasan lalu lintas kembali memunculkan risiko pasokan yang bersifat tail risk, terutama jika ketegangan meningkat atau ancaman blokade kembali mencuat.

Komentar pelaku pasar menegaskan volatilitas tetap tinggi. DBS menilai jika kesepakatan tidak tercapai hingga akhir Mei, risiko kenaikan harga minyak masih terbuka. Sementara itu, KCM Trade memperkirakan terobosan damai bisa memicu koreksi tajam US$8–US$12, namun eskalasi atau ancaman blokade dapat mendorong Brent kembali menuju area US$115+.

Dari sisi suplai, gangguan terkait hampir-penutupan selat dilaporkan membuat sebagian produsen memangkas ekspor. Survei Reuters pada Senin menunjukkan output OPEC pada April turun ke level terendah dalam lebih dari dua dekade, menambah sensitivitas pasar terhadap setiap perkembangan geopolitik dan respons produksi.

Di luar Timur Tengah, perhatian pasar juga tertuju pada pasokan AS dan dinamika dagang. Jajak pendapat Reuters memperkirakan stok minyak mentah AS turun sekitar 1,7 juta barel pada pekan sebelumnya, sejalan dengan kuatnya arus ekspor melalui jalur laut dalam beberapa pekan ke depan menurut Macquarie. Pasar juga memantau rencana pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping pada Kamis-Jumat, setelah Washington menjatuhkan sanksi terhadap pihak-pihak yang dituding memfasilitasi pengiriman minyak Iran ke China, di tengah ketegangan dagang yang telah menekan perdagangan energi AS–China. (asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai