Wall Street Naik Setelah Laporan Pendapatan Micron dan Data Inflasi Sesuai Ekspektasi
Saham AS bergerak lebih tinggi pada hari Kamis, didukung oleh laporan pendapatan yang lebih kuat dari perkiraan dari Micron Technology. Investor juga mencerna rilis data inflasi Mei, yang dipantau ketat oleh Federal Reserve dalam menilai kebijakan suku bunga masa depannya.
S&P 500 naik 0,8%, sementara Nasdaq Composite naik 1%. Dow Jones Industrial Average juga bergerak lebih tinggi, bertambah 316 poin, atau sekitar 0,6%. Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa selera investor terhadap aset berisiko meningkat, terutama setelah saham teknologi dan semikonduktor menerima dorongan kuat dari pendapatan perusahaan.
Micron menjadi salah satu pendorong utama reli pasar setelah sahamnya melonjak 18%. Lonjakan tersebut terjadi setelah pembuat chip tersebut melaporkan hasil kuartal ketiga fiskal yang melampaui ekspektasi analis. Sentimen positif juga menyebar ke saham-saham semikonduktor lainnya, termasuk Qualcomm, yang naik 9% setelah menaikkan proyeksi pendapatan non-ponsel untuk tahun fiskal 2029.
Saham-saham terkait chip lainnya seperti Sandisk, Western Digital, Lam Research, KLA, dan Applied Materials juga mengalami kenaikan. Kenaikan ini mencerminkan optimisme baru terhadap sektor semikonduktor, khususnya karena permintaan akan chip kecerdasan buatan dan infrastruktur pusat data tetap menjadi pendorong pertumbuhan utama bagi perusahaan teknologi.
Di luar pasar saham, indeks dolar AS sedikit berubah setelah menguat pada hari Rabu. Dolar sebelumnya telah mendapatkan dukungan dari meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve mungkin masih akan menaikkan suku bunga. Namun, laporan inflasi PCE yang sebagian besar sesuai dengan ekspektasi membantu menenangkan investor karena angka-angka tersebut tidak lebih tinggi dari yang diperkirakan.
Indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi, atau PCE, untuk bulan Mei naik 0,4% secara bulanan, sedikit di bawah ekspektasi ekonom sebesar 0,5%. Secara tahunan, PCE utama naik 4,1%, sesuai dengan perkiraan. Sementara itu, PCE inti, yang tidak termasuk harga pangan dan energi yang fluktuatif, meningkat 0,3% secara bulanan dan 3,4% secara tahunan, juga sesuai dengan ekspektasi pasar.
Meskipun inflasi inti mencapai level tertinggi sejak Oktober 2023, investor merasa lega karena data tersebut tidak melebihi ekspektasi, terutama setelah harga energi naik akibat konflik di Timur Tengah. Imbal hasil obligasi pemerintah AS sedikit menurun, dengan imbal hasil obligasi acuan 10 tahun turun lebih dari 2 basis poin menjadi sekitar 4,374%. Penurunan imbal hasil ini juga membantu mendukung sentimen positif di pasar saham.
Sumber: Newsmaker.id