Dolar Kehilangan Tenaga, Jalur Diplomasi Jadi Sorotan
Dolar AS bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin (20/7), seiring pelaku pasar memantau perkembangan terbaru dari konflik Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan dolar sempat menguat di awal sesi, tetapi kemudian berbalik melemah setelah muncul sinyal diplomasi dari Iran.
Indeks Bloomberg Dollar Spot bergerak relatif datar. Awalnya, dolar mendapat dukungan setelah harga minyak Brent melonjak akibat eskalasi serangan AS-Iran, termasuk terhadap kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz dan serangan ke fasilitas minyak penting di Kuwait.
Namun, penguatan dolar mulai memudar setelah Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan telah menerima proposal dari mediator terkait perang dengan Amerika Serikat. Kabar ini membuat pasar menilai masih ada peluang negosiasi, meski situasi di lapangan tetap panas.
Di pasar mata uang utama, GBP/USD sempat naik 0,2% ke 1,3481 sebelum memangkas kenaikan. Investor masih menunggu siapa yang akan ditunjuk Andy Burnham sebagai Chancellor of the Exchequer, posisi penting yang akan menentukan arah kebijakan fiskal Inggris.
Sementara itu, EUR/USD sempat melemah 0,1% ke 1,1424 sebelum memangkas penurunan, dan masih berada di jalur pelemahan hari ketiga. USD/CAD bergerak sedikit lebih tinggi ke 1,4026, dengan pelaku pasar menunggu rilis data inflasi Kanada.
Dampaknya ke market, dolar masih berada dalam tarik-menarik antara sentimen safe haven dan harapan diplomasi. Jika konflik AS-Iran kembali meningkat, dolar berpotensi menguat lagi. Namun, jika sinyal negosiasi makin konkret, tekanan terhadap dolar bisa bertambah karena minat risiko pasar mulai membaik.(arl)
Sumber : Newsmaker.id