Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai
Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jenewa yang dijadwalkan berlangsung Selasa. Fokus pasar kembali mengarah ke risiko geopolitik setelah reli pada sesi sebelumnya.
Brent untuk pengiriman April turun sekitar 0,5% ke $68,33/barel pada pukul 00:38 waktu Singapura, setelah menguat 1,3% pada Senin. Sementara WTI untuk pengiriman Maret berada di sekitar $63,50/barel, naik sekitar 1% dari penutupan Jumat karena tidak ada settlement pada Senin (libur Presidents’ Day di AS).
Volume transaksi tetap di bawah rata-rata. Libur di AS dan Kanada pada Senin serta libur Tahun Baru Imlek di banyak negara Asia membuat likuiditas menipis, sehingga pergerakan harga lebih mudah “bergelombang” walau headline belum berubah drastis.
Dari sisi risiko, perhatian tertuju pada latihan laut Garda Revolusi Iran di sekitar Selat Hormuz koridor vital yang mengalirkan sekitar seperlima pengiriman minyak dunia. Latihan ini menambah sensitivitas pasar menjelang perundingan, karena setiap eskalasi di jalur tersebut berpotensi memicu lonjakan risk premium.
Menjelang negosiasi, Menlu Iran Abbas Araghchi telah bertemu dengan kepala pengawas nuklir PBB (IAEA) di Jenewa dan disebut menyiapkan “proposal” untuk dibawa ke pembicaraan tidak langsung dengan utusan AS Steve Witkoff. Dari Washington, Menlu AS Marco Rubio menyatakan harapannya kedua pihak bisa menemukan jalan menuju kesepakatan.
Jenewa juga menjadi panggung agenda geopolitik lain: negosiasi Rusia–Ukraina dijadwalkan berlangsung Selasa–Rabu, meski pasar menilai peluang damai cepat dan kembalinya barel Rusia secara besar-besaran masih terbatas dalam waktu dekat.
ANZ menilai pasar masih “gelisah” oleh ketidakpastian geopolitik. Jika ketegangan Timur Tengah mereda atau ada kemajuan berarti di Ukraina, risk premium yang saat ini menempel pada harga minyak bisa cepat “terlepas” yang membuat minyak rentan berbalik melemah walau sempat ditopang kekhawatiran pasokan.(Asd)
Sumber : Newsmaker.id