• Tue, Jul 21, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

20 July 2026 08:51  |

AS Gempur Iran Sembilan Malam Beruntun, Timur Tengah Makin Membara

Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat dalam rangkaian serangan balasan yang semakin cepat. Militer AS melancarkan serangan untuk malam kesembilan berturut-turut, sementara kekacauan baru menyebar di kawasan Timur Tengah.

U.S. Central Command mengumumkan gelombang serangan terbaru pada Minggu, bersamaan dengan kabar tewasnya anggota militer AS ketiga dalam dua hari terakhir. Seorang personel AS di Irak utara tewas saat mencoba melakukan peledakan terkendali terhadap drone serangan satu arah Iran yang belum meledak. Satu personel lain dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.

Sebelumnya, dua tentara AS tewas di Yordania dalam serangan yang disebut Washington dilakukan oleh Korps Garda Revolusi Iran. Serangan itu juga melukai empat orang lainnya dan menyebabkan satu personel dinyatakan hilang. Dengan tambahan korban terbaru, jumlah korban tewas dari pihak AS sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari mencapai 17 orang.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa serangan terbaru terhadap Iran dilakukan untuk menghormati personel militer yang tewas. Ia menyebut pasukan AS bertempur agar Iran tidak memiliki senjata nuklir. Trump juga mengatakan bahwa AS kembali menyerang Iran dengan keras pada malam tersebut.

Dalam sepekan terakhir, serangan kedua pihak tidak lagi terbatas pada target militer. Sasaran mulai meluas ke jembatan, fasilitas utilitas, pelabuhan, hingga infrastruktur energi. Kondisi ini memperkecil peluang kembali ke gencatan senjata rapuh yang ditandatangani bulan lalu. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga mengatakan beberapa tuntutan terkait program nuklir Iran mungkin tetap sulit diselesaikan.

Harga minyak langsung merespons eskalasi tersebut. Brent sempat naik hampir 4% sebelum memangkas sebagian penguatan dan bertahan di atas US$90 per barel, level tertinggi sejak pertengahan Juni. U.S. Central Command menyebut serangan AS bertujuan mengurangi kemampuan Iran mengancam pelayaran komersial dan menghukum pasukan Garda Revolusi Iran.

Kuwait kembali menjadi salah satu pihak yang paling terdampak oleh serangan balasan Iran. Kuwait Petroleum Corporation menyatakan sebuah fasilitas minyak mengalami kerugian material signifikan, sehingga harus dievakuasi dan menyebabkan sejumlah korban luka. Dua fasilitas pembangkit listrik dan desalinasi juga terkena serangan, memicu kebakaran dan kerusakan berat pada infrastruktur penting.

Dari sisi dampak market, eskalasi AS-Iran membuat harga minyak berpotensi tetap tinggi karena gangguan di Selat Hormuz dan serangan terhadap infrastruktur energi makin meningkat. Jika arus tanker dari Teluk terus menurun, risiko inflasi global bisa kembali menguat dan membuat bank sentral lebih hati-hati terhadap pelonggaran kebijakan. Kondisi ini berpotensi menopang dolar AS sebagai safe haven, menekan aset berisiko seperti saham dan crypto, serta membuat emas tetap bergerak volatil. (asd)*

Sumber: Newsmaker.id 

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai