• Fri, May 1, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

1 May 2026 17:49  |

Minyak Menguat, Ketidakpastian Konflik Iran Jaga Premi Risiko Pasokan

Harga minyak naik pada Jumat (01/05), seiring upaya menghentikan perang Iran belum menunjukkan kemajuan berarti dan risiko gangguan pasokan tetap tinggi. Tehran masih memblokade Selat Hormuz, sementara Angkatan Laut AS disebut menahan ekspor minyak mentah Iran. Pada saat artikel ini dirilis, Brent menguat hampir 1% ke US$111,23, sementara WTI juga alami kenaikan sebesar 1,58% ke US$107,35. 

Di sisi lain, Brent untuk Juli naik US$1,13 (1%) ke US$111,53 per barel pada 11:03 GMT, sementara WTI naik 58 sen (0,6%) ke US$105,65. Secara mingguan, Brent bersiap mencatat kenaikan 5,8% dan WTI berpotensi menguat 11,8%.

Reli berlanjut setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari, yang memicu penutupan Selat Hormuz dan mengganggu pengapalan sekitar seperlima pasokan minyak dunia serta LNG. Kontrak Brent bulan Juni sempat menyentuh US$126,41 per barel sebelum kedaluwarsa pada Kamis, level tertinggi sejak Maret 2022.

Meski gencatan senjata disebut berlaku sejak 8 April, sinyal diplomatik masih rapuh. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan tidak realistis mengharapkan hasil cepat dari pembicaraan dengan AS, menurut kantor berita IRNA. Dari sisi kawasan, penasihat presiden UEA Anwar Gargash menyatakan pengaturan sepihak Iran terkait kebebasan navigasi di Selat Hormuz tidak dapat dipercaya.

Risiko eskalasi juga kembali mengangkat volatilitas intraday, setelah seorang pejabat senior Garda Revolusi Iran mengancam “serangan panjang dan menyakitkan” ke posisi AS jika Washington memperbarui serangan. Di Washington, Presiden AS Donald Trump dijadwalkan menerima briefing terkait rencana serangkaian serangan militer baru untuk menekan Iran kembali bernegosiasi, menurut sumber pejabat AS kepada Reuters. Pasar kini memantau perkembangan keamanan Selat Hormuz, arus ekspor Iran, serta arah diplomasi AS-Iran sebagai penentu utama premi risiko minyak dalam waktu dekat. (srh)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai