Minyak Bergerak Volatil, Ketegangan Hormuz dan Prospek Permintaan Jadi Fokus Pasar
Harga minyak bergerak fluktuatif pada perdagangan hari ini seiring pelaku pasar terus menimbang perkembangan konflik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap pasokan global. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang belum sepenuhnya mereda membuat jalur vital Selat Hormuz masih berada dalam tekanan. Jalur tersebut sebelumnya mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dunia, sehingga setiap gangguan kecil sekalipun dapat memicu lonjakan harga secara cepat.
Dari sisi fundamental, perhatian pasar tertuju pada dua faktor utama: stabilitas pasokan dan prospek permintaan global. Di satu sisi, risiko geopolitik menjaga premi risiko tetap tinggi di pasar energi. Setiap potensi eskalasi militer atau kegagalan diplomasi dapat mendorong harga kembali naik tajam. Di sisi lain, pelaku pasar juga mempertimbangkan dampak harga energi yang tinggi terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi global. Jika tekanan inflasi memaksa bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, permintaan minyak berpotensi melambat.
Selain faktor geopolitik, pasar juga mencermati data persediaan minyak AS serta sinyal dari OPEC terkait kebijakan produksi. Penurunan stok biasanya memberikan dukungan harga, sementara peningkatan produksi atau lemahnya permintaan dapat membatasi reli.
Secara teknikal, struktur harga minyak masih menunjukkan bias bullish selama bertahan di atas area support kunci. Untuk perdagangan hari ini, area support terdekat diperkirakan berada di kisaran 106–107 dolar per barel untuk Brent. Jika tekanan jual mendorong harga turun menembus zona tersebut, support berikutnya berada di area 104 dolar. Sementara itu, resistance terdekat berada di kisaran 111–113 dolar per barel. Penembusan konsisten di atas area psikologis 113dolar dapat membuka ruang kenaikan menuju 115–116 dolar.
Dengan kombinasi risiko geopolitik yang masih tinggi dan ketidakpastian arah permintaan global, harga minyak diperkirakan tetap bergerak volatil. Pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan diplomasi di Timur Tengah serta rilis data persediaan dan ekonomi utama yang dapat memicu perubahan sentimen secara cepat dalam perdagangan harian.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id