Trump Ancam Oman, Ketegangan Hormuz Berisiko Meluas
Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam tindakan militer terhadap Oman jika negara tersebut dianggap menghalangi upaya Washington di Selat Hormuz. Pernyataan itu muncul ketika Oman tengah melakukan pembicaraan dengan Iran mengenai pengaturan jalur pelayaran di selat strategis tersebut.
Oman selama ini berperan sebagai mediator dan sedang membahas skema navigasi baru dengan Teheran. Iran sebelumnya menyatakan pembicaraan tersebut telah mencapai tahap lanjut, tetapi kesepakatan belum otomatis berarti Hormuz akan dibuka sepenuhnya. Washington sendiri tidak menjadi bagian dari negosiasi Iran-Oman dan tetap menuntut kebebasan pelayaran melalui jalur tersebut.
Situasi semakin rumit setelah kesepakatan sementara AS-Iran berakhir tanpa penyelesaian permanen. Trump menolak memperpanjang kesepakatan tersebut, sementara Iran memberi sinyal akan mengambil sikap militer yang lebih ofensif jika jalur diplomasi gagal. Aktivitas kapal tanker di Hormuz juga masih sangat terbatas setelah serangkaian serangan terhadap kapal.
Kebuntuan tersebut membuat risiko gangguan pasokan energi kembali meningkat. Brent telah bergerak di atas US$90 per barel karena pasar memperhitungkan kemungkinan konflik berlangsung lebih lama. Pada saat yang sama, AS juga menyiapkan tekanan ekonomi baru terhadap Iran, sehingga persaingan Washington dan Teheran kini berlangsung melalui kombinasi blokade, sanksi, dan ancaman militer.
Impact Newsmaker: Jika ketegangan AS-Iran-Oman semakin meningkat dan arus Hormuz kembali terganggu, oil berpotensi mendapat dorongan bullish karena premi risiko pasokan naik. Gold juga berpotensi menguat dari permintaan safe haven. Sementara dolar bisa mendapat dua arah sentimen: naik karena safe-haven demand, tetapi kenaikan minyak yang memicu inflasi dan kekhawatiran ekonomi dapat membuat pergerakannya lebih volatil. Jika diplomasi Iran-Oman justru menghasilkan pembukaan Hormuz, tekanan pada minyak dapat mereda dan permintaan safe haven emas berpotensi berkurang.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id