• Tue, Aug 18, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

18 August 2026 16:26  |

AS-Iran Makin Jauh dari Damai, Brent Tahan Rally

Harga minyak mempertahankan reli pada perdagangan Selasa (18/8) setelah prospek penyelesaian cepat konflik AS-Iran semakin memudar. Brent bergerak di sekitar US$91 per barel setelah mencatat kenaikan tajam sejak awal Agustus, sementara WTI berada di sekitar US$84,95 per barel. Pasar masih memasukkan premi risiko tinggi karena gangguan di Selat Hormuz belum mereda.

Ketegangan kembali meningkat setelah sebuah kapal dilaporkan terkena proyektil tak dikenal saat keluar dari Selat Hormuz. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada ruang mesin dan menimbulkan korban di antara awak kapal. Insiden baru ini kembali menegaskan bahwa jalur pelayaran strategis tersebut masih berisiko tinggi.

Prospek diplomasi juga tetap suram. Presiden Donald Trump mengatakan tidak tertarik memperpanjang kesepakatan sementara dengan Iran yang telah berakhir pada Senin. Washington dan Teheran masih memiliki perbedaan besar terkait pengelolaan Hormuz, sementara pembicaraan Iran dengan Oman belum melibatkan Amerika Serikat.

Meski risiko geopolitik tinggi, produsen Teluk mulai lebih aktif mencari cara menjaga arus ekspor. Arab Saudi dilaporkan menawarkan kargo minyak dari luar jalur Hormuz, mengikuti langkah Uni Emirat Arab dalam mengalihkan sebagian pasokan. Kondisi ini membantu menahan reli minyak agar tidak bergerak terlalu agresif.

Washington juga memberi sinyal akan memainkan strategi jangka panjang terhadap Iran dengan meningkatkan tekanan ekonomi, termasuk potensi sanksi baru. Di saat yang sama, pasar menunggu data persediaan minyak AS dari API dan laporan resmi berikutnya setelah stok sebelumnya secara mengejutkan meningkat.

Analisis Newsmaker: Selama serangan terhadap kapal terus terjadi dan diplomasi AS-Iran tetap buntu, Brent masih berpeluang mempertahankan area tinggi di sekitar US$90–US$92. Jika eskalasi meningkat dan arus Hormuz kembali terganggu lebih parah, ruang menuju US$95 bahkan US$100 bisa terbuka. Sebaliknya, jika ekspor dari Teluk tetap lancar dan stok AS kembali naik, Brent berpotensi terkoreksi ke area US$88–US$89. (arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai