• Wed, May 13, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

13 May 2026 07:31  |

Trump Ultimatum Iran, Teheran Minta Ganti Rugi dan Kedaulatan Hormuz

Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington “sangat mengendalikan Iran,” tetapi juga menyampaikan ultimatum bahwa AS akan “membuat kesepakatan, atau mereka akan dihancurkan,” menurut laporan New York Times pada Selasa.

Pernyataan itu muncul di tengah perang yang belum menunjukkan tanda mereda, sementara jalur energi strategis di kawasan tetap menjadi sumber kekhawatiran pasar. Dalam beberapa pekan terakhir, Selat Hormuz menjadi titik paling sensitif karena perannya sebagai penghubung utama arus minyak dan bahan bakar global.

Dari pihak Iran, Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi menegaskan posisi Teheran bahwa setiap kesepakatan damai harus mencakup tiga hal: ganti rugi untuk Iran, pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz, dan pengakhiran sanksi AS.

Perbedaan tuntutan ini memperbesar risiko negosiasi berjalan alot, karena masing-masing pihak menempatkan syarat yang sulit dipertemukan dalam waktu cepat. Bagi pasar, kombinasi ultimatum dan syarat balasan cenderung memperpanjang premi risiko geopolitik, terutama jika situasi di sekitar Hormuz tetap ketat.

Dari sisi dampak pasar, ketegangan yang meningkat biasanya menjaga harga minyak tetap tinggi karena risiko gangguan pasokan, sekaligus mendorong minat lindung nilai pada emas saat sentimen berubah lebih defensif. Untuk dolar AS, arah bisa bercampur: dolar berpotensi menguat bila pasar masuk mode risk-off, tetapi bisa tertahan bila lonjakan energi kembali mengangkat ekspektasi inflasi dan memicu volatilitas kebijakan, sehingga perhatian pasar beralih ke dinamika yield dan inflasi.

5 inti poin:

- Trump menyebut AS “mengendalikan Iran” namun mengancam serangan baru jika tak ada kesepakatan.

- Iran menuntut kesepakatan mencakup ganti rugi, kedaulatan atas Hormuz, dan pengakhiran sanksi AS.

- Selisih posisi memperbesar peluang negosiasi berjalan alot dan memperpanjang ketidakpastian.

- Risiko geopolitik berpotensi menjaga premi risiko energi tetap tinggi.

- Implikasi pasar: minyak cenderung stay elevated, emas mendapat dukungan hedging, dolar bisa menguat saat risk-off namun tetap sensitif pada inflasi/yield.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

China Konfirmasi Kunjungan Trump, Pasar Siaga!

Tiongkok mengumumkan rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Tiongkok pada 13–15 Mei, dengan agenda pertemuan tingkat...

11 May 2026 08:12
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai