Saham Hong Kong Ditutup Melemah, Investor Waspadai Minyak dan Risiko Inflasi
Saham Hong Kong menutup perdagangan Selasa (12/05) di zona negatif setelah membalikkan penguatan di sesi pagi. Indeks Hang Seng turun 40 poin atau 0,2% ke 26.369, saat optimisme dari reli saham teknologi yang didorong tema AI mulai memudar dan investor kembali menahan risiko.
Kewaspadaan pasar juga dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Sentimen tertekan oleh kekhawatiran bahwa kenaikan harga minyak dapat memperbesar tekanan inflasi, menyusul laporan bahwa AS mempertimbangkan opsi militer tambahan terhadap Iran setelah upaya perdamaian dilaporkan mengalami kebuntuan.
Di sisi eksternal, pelaku pasar turut memantau perkembangan menjelang pertemuan yang diantisipasi antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, di tengah hubungan yang masih tegang antara dua ekonomi terbesar dunia. Fokus ini menambah kehati-hatian investor terhadap arah kebijakan dan stabilitas geopolitik yang bisa memengaruhi aset berisiko.
Pada level saham, tekanan datang dari beberapa emiten besar, termasuk Tencent (-0,9%), SMIC (-2,1%), Pop Mart (-3,5%), dan Xiaomi (-0,9%). Di sisi lain, Kuaishou menguat 2,7% dan Deepxi naik 7,4%, namun tidak cukup untuk mengangkat indeks secara keseluruhan. (asd)
Sumber: Newsmaker.id