Emas Retest: Tembus atau Berbalik Arah?
Emas pada Senin, 25/05 dibuka di 4.529 dan sempat menyentuh high 4.579, menghapus penurunan moderat pekan lalu. Kenaikan ini selaras dengan pergeseran sentimen setelah muncul sinyal AS dan Iran makin dekat ke kesepakatan terkait Hormuz.
Pendorong fundamental utama hari ini adalah headline geopolitik: prospek kesepakatan yang berpotensi melancarkan kembali arus energi lewat Selat Hormuz dinilai bisa menurunkan tekanan harga energi, sehingga kekhawatiran inflasi ikut mereda. Itu memberi ruang bagi investor untuk kembali menambah eksposur ke emas, meski respons pasar disebut masih relatif “muted”.
Alasan kenapa pergerakan tidak meledak adalah faktor kredibilitas headline: pasar sudah beberapa kali melihat pengumuman terkait Iran “menggantung” atau tidak berujung hasil konkret. Jadi, dorongan beli cenderung muncul, tetapi ukuran posisinya lebih hati-hati sambil menunggu bukti lanjutan.
Di sisi penahan, emas masih berada di bawah bayang-bayang ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi. Dalam narasi sebelumnya, perang Iran mendorong harga energi dan membuat pelaku pasar menaikkan taruhan kenaikan suku bunga, dengan pasar uang mem-price-in The Fed hampir pasti mulai menaikkan suku bunga pada Desember. Mekanismenya: suku bunga lebih tinggi meningkatkan daya tarik aset berbunga dan biasanya menekan emas yang tidak memberikan yield.
Konteksnya, meski emas memantul hari ini, posisinya disebut masih turun sekitar 13% sejak konflik dimulai akhir Februari. Artinya, kenaikan intraday seperti hari ini lebih mudah dibaca sebagai “rebound yang sensitif headline” ketimbang pembalikan tren yang sudah terkonfirmasi.
Secara teknikal intraday, 4.579 menjadi resistensi terdekat karena puncak sesi, sementara 4.529 adalah support awal karena area pembukaan. Selama harga bertahan di atas area pembukaan, bias intraday cenderung tetap konstruktif; jika kembali kehilangan area itu, pasar biasanya membaca sebagai tanda reli mulai kehilangan tenaga.
Variabel yang paling perlu dipantau hari ini mengikuti narasi yang sama: perkembangan detail kesepakatan Hormuz (bukan sekadar pernyataan), dan perubahan cepat pada ekspektasi suku bunga AS yang tercermin lewat pergerakan dolar/yield. Selain itu, investor juga akan mencari petunjuk arah kebijakan di era ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, karena persepsi pasar soal “seberapa ketat” Fed ke depan tetap menjadi penentu besar untuk emas.(asd)
Sumber: Newsmaker.id