Emas Rebound, Tren Masih Rapuh
Harga emas naik tipis pada perdagangan Eropa Senin (20/7), setelah pemulihan dolar AS mulai tertahan dan harga minyak turun dari level tertingginya. Kondisi ini memberi ruang bagi harga emas untuk mencoba pulih, meski momentum penguatannya masih terbatas.
Secara teknikal, emas masih tertahan di bawah garis tren penurunan atau descending trendline resistance. Artinya, tekanan jual masih terlihat setiap kali harga mencoba naik ke area resistance tersebut.
Namun, tekanan turun emas juga belum terlalu kuat karena harga masih mampu bertahan di atas area support US$3.965 per troy ounce. Pergerakan ini membentuk pola descending triangle, yang menandakan pasar sedang menunggu pemicu besar untuk menentukan arah berikutnya.
Dari sisi fundamental, ketegangan di Timur Tengah masih menjadi faktor utama yang membatasi pergerakan emas. Namun, pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Iran yang menyebut upaya deeskalasi masih berjalan memberi sedikit harapan bahwa konflik bisa mereda.
Sinyal diplomasi tersebut ikut menekan harga minyak dari level tertinggi satu bulan dan membuat minat risiko pasar sedikit membaik. Pelemahan minyak juga menjadi kabar positif bagi emas, karena dapat mengurangi kekhawatiran inflasi energi yang sebelumnya menekan prospek logam mulia.
Dampaknya ke market, emas masih berpeluang bergerak sideways dengan bias hati-hati. Jika harga mampu menembus resistance trendline secara meyakinkan, peluang rebound bisa terbuka. Namun, jika support US$3.965 jebol, tekanan jual berpotensi kembali membawa emas ke level yang lebih rendah.(arl)
Sumber : Newsmaker.id