Emas Bertahan di Zona Kuat, Ketegangan Geopolitik dan Arah Dolar Jadi Penentu Pergerakan
Harga emas (XAU/USD) bergerak stabil dengan kecenderungan menguat pada perdagangan hari ini, didukung oleh ketidakpastian geopolitik yang masih membayangi pasar global. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang belum sepenuhnya mereda membuat permintaan terhadap aset safe haven tetap terjaga. Pelaku pasar masih mencermati perkembangan diplomasi di kawasan Teluk, khususnya terkait situasi di sekitar Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi dunia.
Di sisi lain, pergerakan emas juga sangat dipengaruhi oleh dinamika dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Penguatan dolar cenderung membatasi kenaikan logam mulia, sementara pelemahan yield biasanya memberi ruang bagi emas untuk melanjutkan reli. Ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve masih menjadi faktor kunci, terutama jika data inflasi atau tenaga kerja terbaru kembali menunjukkan tekanan harga yang tinggi. Dalam kondisi suku bunga tinggi, emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik dibandingkan instrumen berbunga.
Secara teknikal, struktur harga emas masih menunjukkan kecenderungan bullish selama mampu bertahan di atas area support penting. Untuk perdagangan hari ini, area support terdekat diperkirakan berada di kisaran 4.580–4.610. Jika tekanan jual meningkat dan harga menembus zona tersebut, support berikutnya berada di sekitar 4.550 yang menjadi area penopang kuat jangka pendek. Sementara itu, area resistance terdekat berada di kisaran 4.640–4.660. Penembusan konsisten di atas zona ini berpotensi membuka ruang kenaikan lanjutan menuju area psikologis 4.700.
Dengan kombinasi risiko geopolitik yang belum mereda dan ketidakpastian arah kebijakan moneter, pergerakan emas diperkirakan tetap volatil. Investor disarankan mencermati perkembangan data ekonomi AS serta headline geopolitik yang dapat memicu perubahan sentimen secara cepat dalam perdagangan harian.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id