
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Eropa melemah pada perdagangan Rabu (9/9), ketika lonjakan harga energi mendekati level psikologis US$100 per barel memperbesar kekhawatiran terhadap inflasi dan risiko stagflasi. Indeks pan-Eropa STOXX 600 turun sekitar 0,4%, sementara tekanan jual meluas ke sektor industri, konsumsi nonprimer, dan saham pertumbuhan yang sensitif terhadap perubahan suku bunga.
Di antara indeks utama, DAX Jerman turun sekitar 0,4%, CAC 40 Prancis melemah 0,6%, sedangkan FTSE 100 Inggris kehilangan sekitar 0,2%. Pelemahan tersebut terjadi ketika investor semakin berhati-hati menghadapi eskalasi konflik Timur Tengah dan keputusan kebijakan European Central Bank pada Kamis.
Harga minyak yang mendekati US$100 menjadi sumber tekanan utama. Brent terus terdorong oleh meningkatnya serangan di Timur Tengah, termasuk konflik AS–Iran serta serangan terhadap infrastruktur energi Arab Saudi. Kenaikan minyak memperbesar risiko biaya produksi dan transportasi bagi perusahaan Eropa sekaligus menambah tekanan terhadap daya beli konsumen.
Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran munculnya stagflasi, yakni kombinasi pertumbuhan ekonomi yang melemah dengan inflasi yang tetap tinggi. Bagi ECB, lonjakan energi memperumit kebijakan karena bank sentral harus mengendalikan inflasi di tengah risiko perlambatan aktivitas ekonomi.
Pasar saat ini secara luas memperkirakan ECB akan menaikkan suku bunga pada pertemuan Kamis. Yield obligasi Eropa juga bergerak lebih tinggi, dengan imbal hasil obligasi pemerintah Jerman berada dekat level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, mencerminkan ekspektasi bahwa kebijakan moneter ketat dapat berlangsung lebih lama.
Sektor energi dan pertahanan masih memperoleh dukungan dari situasi geopolitik, tetapi penguatan tersebut belum cukup untuk mengimbangi tekanan pada sektor yang lebih sensitif terhadap biaya pembiayaan dan konsumsi. Kenaikan harga minyak membuat investor semakin selektif terhadap saham yang memiliki margin tipis atau kebutuhan pendanaan besar.