
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak kembali melemah untuk hari ketiga berturut-turut pada perdagangan Rabu (26/08) setelah Iran dan Oman membahas kerangka sementara untuk membuka kembali pelayaran melalui Selat Hormuz. Brent turun sekitar 2% ke US$86,82 per barel, membawa koreksi pekan ini menjadi sekitar 8%, sementara WTI melemah 1,8% ke US$80,89 per barel.
Tekanan jual semakin kuat setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menlu Oman Badr Albusaidi membahas pembentukan koridor maritim bersama sementara. Kedua pihak juga berencana melanjutkan pembicaraan teknis terkait koridor permanen, pengelolaan lalu lintas kapal, pertukaran informasi, dan layanan keamanan di jalur strategis tersebut.
Pasar mulai memperhitungkan kemungkinan deeskalasi konflik yang lebih cepat. Iran menyebut jalur sementara telah disepakati, sementara negosiasi untuk rute permanen dapat berlangsung dalam 30 hingga 60 hari. Kunjungan Kepala Angkatan Darat Pakistan ke Iran yang disebut menghasilkan kemajuan diplomatik turut memperkuat harapan bahwa kedua pihak mulai mencari jalan keluar dari konflik.
Sentimen bearish minyak juga diperkuat oleh respons pasar yang relatif datar terhadap rencana sanksi ekonomi terbaru AS. Washington dinilai belum mengambil langkah ekstrem terhadap mitra dagang utama Iran seperti China, sehingga risiko hilangnya pasokan secara tiba-tiba dianggap lebih kecil dibanding skenario eskalasi militer.
Dari sisi pasokan, American Petroleum Institute melaporkan persediaan minyak mentah AS naik sekitar 4,2 juta barel pekan lalu. Jika dikonfirmasi oleh data resmi, kenaikan tersebut akan menjadi peningkatan mingguan keempat berturut-turut dan menambah tekanan terhadap harga. Di sisi lain, risiko pasokan produk tetap ada setelah Rusia mempertimbangkan memperpanjang pembatasan ekspor diesel di tengah serangan Ukraina terhadap kilang.