
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Dolar Amerika Serikat atau DXY melanjutkan penguatan untuk hari kedua berturut-turut pada perdagangan Asia, Selasa. DXY bergerak di sekitar 99,00, didukung meningkatnya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven di tengah eskalasi risiko geopolitik.
Penguatan dolar terjadi setelah Amerika Serikat memperkuat sanksi sekunder terhadap entitas yang tetap berbisnis dengan Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan bahwa sebuah institusi keuangan besar dapat melakukan tindakan penegakan hukum pekan ini.
Bessent juga menegaskan bahwa entitas Tiongkok tidak akan menjatuhkan tindakan sanksi tersebut. Pernyataan ini meningkatkan kekhawatiran pasar karena China merupakan salah satu mitra dagang penting Iran, terutama dalam perdagangan minyak.
Meski ditopang sentimen safe haven, kenaikan dolar AS masih berpotensi terbatas. Hal ini dipengaruhi oleh keputusan Departemen Keuangan AS untuk menggandakan operasi buyback obligasi tenor panjang, yang dapat menekan imbal hasil Treasury dan mengubah kondisi likuiditas pasar.
Laporan menyebut Bessent dapat menggunakan hingga **US$1 triliun dari Treasury General Account untuk membiayai pembelian kembali tersebut. Jika langkah ini menekan hasil lebih dalam, daya tarik dolar AS bisa ikut tertahan, terutama terhadap aset alternatif dan mata uang utama lainnya.
Fokus pelaku pasar kini terjadi pada rangkaian data ekonomi Amerika Serikat pekan ini. Data kepercayaan konsumen menjadi perhatian pada hari Selasa, sementara indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) pada hari Rabu akan menjadi indikator penting untuk membaca arah inflasi dan kebijakan The Fed.
Puncak perhatian pasar akan pidato pada Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di simposium tahunan Jackson Hole pada hari Jumat. Investor menantikan sinyal apakah The Fed akan mempertahankan sikap hawkish atau mulai lebih berhati-hati terhadap prospek suku bunga.
Strategis Scotiabank menilai risiko kalender ekonomi dan agenda kebijakan pekan ini cukup besar. Mereka melihat peluang penguatan moderat dolar AS dalam jangka pendek masih terbuka, terutama karena investor cenderung mengurangi posisi berisiko menjelang data penting dan pidato The Fed.
Analisis Newsmaker: Pergerakan DXY di sekitar 99,00 menunjukkan dolar AS masih mendapat dukungan dari sentimen safe haven, terutama setelah eskalasi sanksi terhadap Iran serta menimbulkan potensi risiko terhadap entitas Tiongkok. Namun, penguatan dolar belum sepenuhnya solid karena program buyback Treasury dapat menekan imbal hasil dan membatasi kenaikan greenback. Jika data PCE lebih panas atau pidato Warsh bernada hawkish, DXY berpeluang menguat ke area 99,30–99,50. Sebaliknya, jika inflasi melandai dan The Fed memberi sinyal lebih hati-hati, dolar AS bisa kembali melemah dari area saat ini. (asd)
Sumber: Newsmaker.id