
Trending

gbpusd
Sumber: Newsmaker.id
Pound sterling melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Asia, Rabu (26/8). GBP/USD dijanjikan dengan bias negatif di bawah area 1,3650, mengikis sebagian kenaikan kuat pada sesi sebelumnya.
Meski terkoreksi, pasangan mata uang ini masih berada dekat level tertinggi enam bulan yang dicapai pada Jumat lalu. Pergerakan pasar cenderung hati-hati karena investor menunggu rilis indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) AS sebagai katalis baru.
Data PCE menjadi perhatian utama karena merupakan salah satu indikator inflasi favorit Federal Reserve. Selain itu, pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di simposium Jackson Hole pada hari Jumat juga akan dibahas untuk melihat arah kebijakan suku bunga AS berikutnya.
Tekanan terhadap dolar AS masih tertahan oleh komunikasi arah The Fed. DBS Bank menilai Warsh perlu menjelaskan bagaimana The Fed akan menjaga ekspektasi pasar tanpa panduan ke depan yang jelas, serta batas hubungan kebijakan antara The Fed dan Departemen Keuangan AS.
Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed juga mulai mereda. Data inflasi AS yang lebih jinak dan pasar tenaga kerja yang melambat membuat investor semakin berspekulasi The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan 15–16 September.
Dukungan lain bagi GBP/USD datang dari strategi buyback obligasi Departemen Keuangan AS. Dua pejabat senior menyebut Treasury dapat menggunakan hampir US$1 triliun dari General Account untuk membiayai pembelian kembali obligasi tenor panjang, yang ikut menekan imbal hasil Treasury dan membebani dolar AS.
Dari sisi geopolitik, harapan diplomasi AS-Iran kembali muncul setelah Iran menyatakan telah memulai kembali pembicaraan dengan Oman untuk mengatur lalu lintas kapal komersial di Selat Hormuz. Perkembangan ini menekan harga minyak ke level terendah hampir dua pekan dan meredakan sebagian kekhawatiran inflasi energi.
AS juga disebut menawarkan sanksi keringanan kepada Iran dan izin blokade laut sebagai ketidakseimbangan atas pembukaan kembali Selat Hormuz serta izin serangan oleh proksi regional Teheran. Harapan penyelesaian diplomasi ini ikut membatasi dukungan safe haven terhadap dolar AS.
Analisis Newsmaker: Koreksi GBP/USD saat ini masih terlihat terbatas karena tekanan terhadap dolar AS belum sepenuhnya mereda. Selama imbal hasil Treasury turun, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed melemah, dan harga minyak terkoreksi, pound masih bertahan di dekat area tinggi. Namun, area 1,3650–1,3700 menjadi zona resistensi penting. Jika data PCE lebih jinak dan pidato Warsh tidak hawkish, GBP/USD bisa kembali menguji area tersebut. Sebaliknya, jika inflasi AS lebih panas, dolar AS berpotensi rebound dan menekan pound kembali ke area 1,3550–1,3500. (asd)
Sumber: Newsmaker.id