
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar AS menguat tipis pada perdagangan Selasa (25/8), dengan Dollar Index (DXY) naik sekitar 0,1% ke 99,07 setelah sebelumnya menguat 0,2% pada sesi semalam. Meski demikian, greenback masih berada tidak jauh dari level terendah tiga bulan di sekitar 98,5 yang disentuh pekan lalu.
Penguatan dolar sempat mendapat dukungan setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperluas sanksi terhadap Iran. Washington memperingatkan negara maupun perusahaan yang masih berbisnis dengan Teheran dapat kehilangan akses ke sistem keuangan berbasis dolar. Namun, efek safe haven terhadap greenback masih terbatas karena investor tetap mengkhawatirkan kondisi fiskal AS.
Iran membalas dengan ancaman retaliasi dan menyatakan keyakinan bahwa mitra dagang utamanya tidak akan mengikuti tekanan Washington. Ketidakpastian tersebut membuat risiko geopolitik tetap tinggi, tetapi belum cukup untuk mendorong reli dolar secara agresif.
Di Asia, USD/JPY naik sekitar 0,2% ke 159,35, menunjukkan yen kembali melemah. Won Korea Selatan juga tertekan tipis, sementara dolar Australia relatif stabil setelah risalah RBA menunjukkan perbedaan pandangan di antara pembuat kebijakan mengenai perlunya kenaikan suku bunga tambahan.
Analisis Newsmaker: DXY masih berada dalam fase rebound terbatas. Sanksi Iran memberikan dukungan safe haven, tetapi kekhawatiran terhadap utang AS dan arah yield Treasury masih membatasi penguatan. Selama DXY belum mampu menjauh dari area 99,00, reli dolar masih rentan kehilangan momentum.(yds)
Sumber: Newsmaker.id