
Trending

gbpusd
Sumber: Newsmaker.id
Pounds bertahan dekat level tertinggi enam bulan terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa (25/8), didukung membaiknya sentimen risiko dari perkembangan geopolitik Timur Tengah. GBP/USD diperdagangkan di sekitar 1,3638, tidak jauh dari puncak enam bulan di area 1,3675, sementara investor mulai menunggu data penting AS dan pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole.
Sentimen pasar membaik setelah Kepala Angkatan Darat Pakistan, Munir, melakukan kunjungan ke Iran dan mengusulkan pencabutan blokade Angkatan Laut AS sebagai imbalan atas pembukaan kembali Selat Hormuz serta penghentian serangan dari kelompok sekutu Iran. Pejabat Iran menyebut kunjungan tersebut produktif dan hasilnya akan segera terlihat. Meredanya kekhawatiran geopolitik ikut menahan permintaan safe haven terhadap dolar.
Dollar Index (DXY) bergerak stabil di sekitar 98,93, turun tipis sekitar 0,04%. Data AS memberikan sinyal beragam. Building Permits Juli naik 4,3% secara bulanan menjadi 1,433 juta, sementara rata-rata empat minggu ADP Employment Change meningkat menjadi 11,75 ribu. Sebaliknya, Conference Board Consumer Confidence turun ke 89,4, lebih rendah dari perkiraan 90,2.
Dari sisi kebijakan moneter, Presiden Fed Boston Susan Collins mempertahankan nada hawkish dengan menilai inflasi masih terlalu tinggi dan stabilitas harga tetap menjadi perhatian. Ia juga menilai pasar tenaga kerja masih konsisten dengan kondisi mendekati full employment dan pertumbuhan ekonomi berada dekat tren.
Pound mendapat dukungan tambahan dari ekspektasi suku bunga Inggris. Pasar uang masih memperhitungkan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga Bank of England menjelang akhir tahun, dengan kenaikan penuh mulai dipricing menuju pertemuan 17 Desember. Ekspektasi tersebut membantu membatasi tekanan jual terhadap sterling.
Analisis Newsmaker: bias GBP/USD masih cenderung bullish-konsolidatif selama bertahan di atas area 1,3600. Penembusan 1,3675 dapat membuka ruang menuju level lebih tinggi, tetapi risiko terbesar datang dari Jackson Hole. Nada hawkish Kevin Warsh berpotensi mengangkat dolar dan menekan pound, sedangkan sinyal yang lebih lunak dapat membuka peluang sterling melanjutkan reli.(arl)
Sumber: Newsmaker.id