
Trending

gbpusd
Sumber: Newsmaker23
Poundsterling menguat pada perdagangan Jumat, sementara euro juga mencatat kenaikan tipis, seiring dolar AS melemah secara luas setelah komentar dovish dari Gubernur Federal Reserve Christopher Waller menurunkan peluang kenaikan suku bunga pada September. GBP/USD naik ke sekitar 1,3545 atau menguat 0,15%, sedangkan EUR/USD naik tipis ke 1,1628.
Pelaku pasar menilai prospek pengetatan kebijakan The Fed kemungkinan tidak akan terlalu agresif. Chris Turner, Global Head of Markets sekaligus Regional Head of Research UK & CEE di ING, mengatakan investor mulai menyimpulkan bahwa jika The Fed benar-benar kembali menaikkan suku bunga, siklusnya kemungkinan hanya terbatas dan tidak cukup besar untuk mengganggu kondisi investasi secara signifikan. Kondisi tersebut menciptakan tekanan ringan terhadap dolar dalam jangka pendek.
Komentar Waller pada Kamis dinilai lebih dovish dibanding ekspektasi pasar. Pernyataannya membuat beban pembuktian beralih ke data inflasi Agustus, yang harus benar-benar tinggi untuk membenarkan kenaikan suku bunga. Sikap ini berbeda dengan nada hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh pada pekan sebelumnya. Yield obligasi AS tenor pendek turun sekitar 5 basis poin, sementara probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September kini berada di sekitar 50%.
Fokus pasar selanjutnya tertuju pada laporan Non-Farm Payrolls AS, dengan konsensus pertumbuhan tenaga kerja sekitar 55 ribu dan perkiraan pasar tidak resmi berada lebih rendah, mendekati 30 ribu. Tingkat pengangguran diperkirakan tetap di 4,1%. ING menilai dampak jangka panjang terhadap pasar kemungkinan lebih banyak ditentukan oleh data inflasi dibandingkan data tenaga kerja, sementara proyeksi utama mereka masih melihat kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin.
Di sisi Inggris, penguatan sterling dinilai bukan berasal dari fundamental domestik yang kuat. EUR/GBP masih berkonsolidasi setelah sebelumnya menembus 0,86, sebuah pergerakan yang dikaitkan dengan aksi jual obligasi pemerintah Inggris atau gilt serta kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Inggris. Menteri Keuangan baru, John Healey, dijadwalkan menyampaikan pidato politik besar pertamanya pada awal pekan depan, dengan fokus yang diperkirakan tertuju pada disiplin fiskal.
Perhatian pasar Jumat juga tertuju pada kebijakan moneter Bank of England. Survei Decision Maker Panel akan dirilis, sementara Gubernur BoE Andrew Bailey dijadwalkan berbicara. ING menilai masih terlalu dini untuk menyatakan tekanan inflasi Inggris telah benar-benar mereda, sementara pasar uang Inggris masih memperhitungkan pengetatan kebijakan BoE hingga sekitar 60 basis poin.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id