
Trending

gbpusd
Sumber: Newsmaker.id
Pound sterling menguat tipis terhadap dolar AS pada perdagangan sesi Asia Jumat setelah melemah selama dua hari sebelumnya. GBP/USD bergerak di sekitar 1,3600, meskipun ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Bank of England mulai berkurang setelah harga minyak Brent terus melemah.
Turunnya harga minyak membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi Inggris. Kondisi tersebut membuat pasar uang mulai menggeser perkiraan kenaikan suku bunga BoE berikutnya dari akhir 2026 menuju awal 2027, mengurangi salah satu faktor yang sebelumnya menopang penguatan sterling.
Berdasarkan pricing pasar, investor kini hanya memperhitungkan sekitar 24 basis poin pengetatan hingga Desember 2026 dan sekitar 36 basis poin hingga Februari 2027. Untuk pertemuan September, pasar hanya memperhitungkan kurang dari 4 basis poin kenaikan, yang setara dengan peluang rate hike sekitar 15%.
Sebagian besar ekonom juga masih memperkirakan BoE akan mempertahankan suku bunga di 3,75% hingga akhir tahun. Meski inflasi Inggris meningkat menjadi 2,9% pada Juli, kenaikan tersebut sebagian besar dipengaruhi oleh biaya energi rumah tangga, sementara kondisi pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda pelemahan.
Penurunan minyak menjadi faktor penting karena sebelumnya lonjakan harga energi akibat konflik AS-Iran sempat meningkatkan kekhawatiran bahwa BoE harus kembali mengetatkan kebijakan. Kini, meredanya premi risiko energi membuat tekanan tersebut berkurang dan memberi ruang bagi bank sentral untuk mempertahankan suku bunga.