
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak dunia kembali melonjak pada perdagangan Senin (14/09) setelah Arab Saudi menghentikan sementara pipa minyak East-West menyusul serangan yang terjadi sehari sebelumnya. Brent untuk pengiriman November naik sekitar 2,9% ke US$107,64 per barel, sementara WTI menguat 2,5% ke US$102,56 per barel.
Pipa East-West memiliki kapasitas sekitar 7 juta barel per hari dan selama ini menjadi salah satu jalur penting untuk membawa minyak Saudi ke Laut Merah tanpa melewati Selat Hormuz. Penutupan pipa tersebut membuat pasar khawatir karena jalur alternatif bagi ekspor minyak Saudi kini ikut terganggu.
Ketegangan juga meningkat setelah pertemuan antara Iran dan sejumlah negara Teluk mengenai rencana jalur pelayaran sementara di Selat Hormuz ditunda. Di sisi lain, kelompok Houthi yang didukung Iran terus memperluas posisi di kawasan Laut Merah dan berpotensi meningkatkan risiko terhadap jalur pelayaran di Selat Bab el-Mandeb.
Arab Saudi masih memiliki cadangan minyak di Yanbu yang diperkirakan dapat menopang ekspor selama lima hingga tujuh hari. Namun, jika perbaikan pipa berlangsung lama, produksi dan ekspor minyak Saudi berisiko terganggu lebih besar. Sejumlah analis bahkan menilai Brent dapat menguji US$120 per barel jika gangguan pasokan berlanjut.
Kenaikan minyak kali ini lebih banyak didorong oleh kekhawatiran pasokan, bukan permintaan. Penutupan pipa Saudi, ketidakpastian di Hormuz, serta ancaman di Bab el-Mandeb membuat risiko gangguan energi tetap tinggi. Selama belum ada kepastian pipa kembali beroperasi dan jalur pelayaran kembali normal, harga minyak berpotensi tetap bergerak kuat.