
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas kembali menguat pada perdagangan Jumat (18/9), melanjutkan pemulihan setelah sebelumnya menyentuh level terendah dalam enam pekan. Harga emas spot (XAU/USD) terbaru diperdagangkan di sekitar US$4.343 per troy ounce pada sesi Asia, didukung oleh pelemahan dolar AS dan penurunan harga minyak yang mulai meredakan tekanan inflasi global.
Penurunan harga minyak menjadi salah satu faktor yang membantu pemulihan emas. Harga energi melemah setelah muncul tanda-tanda bahwa gangguan pasokan di Timur Tengah dapat berkurang, menyusul upaya Arab Saudi untuk memulihkan sebagian aliran minyak melalui jalur pipa strategis. Kondisi tersebut mengurangi kekhawatiran pasar terhadap inflasi akibat kenaikan energi.
Selain itu, perkembangan geopolitik Timur Tengah masih menjadi perhatian investor. Presiden AS Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan para pemimpin negara Teluk di sela Sidang Majelis Umum PBB di New York untuk membahas perkembangan konflik Iran. Harapan terhadap solusi perjanjian membantu meredakan ketegangan pasar, meskipun risiko geopolitik masih tetap menjadi faktor pendukung permintaan emas sebagai aset safe haven.
Di sisi lain, kenaikan emas masih menghambat tantangan kebijakan moneter The Fed yang tetap ketat. Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4,00% dan memberikan sinyal bahwa kenaikan tambahan masih mungkin dilakukan pada tahun ini. Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga lanjutan pada pertemuan Oktober juga meningkat, sehingga dapat membatasi ruang penguatan emas.
Setelah keputusan The Fed, emas sebelumnya sempat mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS dan kenaikan menghasilkan Treasury. Namun, ketika dolar mulai melemah dan imbal hasil bergerak turun dari level tertingginya, tekanan terhadap emas berkurang. Kondisi ini membuat investor kembali mempertimbangkan emas sebagai aset lindung nilai di tengah wilayah ekonomi dan geopolitik.
Analisis Newsmaker: Kenaikan emas hari ini menunjukkan bahwa pasar mulai menyeimbangkan kembali dampak kebijakan hawkish The Fed dengan faktor pendukung lainnya seperti pelemahan dolar, penurunan imbal hasil, dan risiko geopolitik. Dalam jangka pendek, emas masih akan sensitif terhadap arah suku bunga AS dan pergerakan dolar. Jika The Fed tetap mempertahankan sikap agresifnya, ruang kenaikan emas dapat terbatas. Namun, ketika data ekonomi AS mulai melemah dan tekanan terhadap dolar menurun, emas masih memiliki peluang untuk melanjutkan pemulihan. (asd)