
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas kembali menguat pada perdagangan Kamis (17/9) setelah sempat menyentuh level terendah dalam enam pekan. Emas spot naik sekitar 0,8% ke kisaran US$4.295 per troy ounce ketika investor mulai melakukan pembelian pada harga rendah setelah tekanan jual tajam pasca-FOMC.
Sebelumnya, Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4,00%. Ketua The Fed Kevin Warsh juga menegaskan bahwa inflasi masih terlalu tinggi, sementara mayoritas pejabat membuka peluang kenaikan bunga tambahan sebelum akhir 2026.
Sikap hawkish The Fed mendorong indeks dolar menuju level tertinggi dalam tujuh pekan dan mengangkat yield Treasury AS tenor dua tahun hingga sekitar 4,72%. Kondisi tersebut masih menjadi hambatan bagi emas karena penguatan dolar membuat logam mulia lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain, sedangkan kenaikan yield meningkatkan daya tarik aset berbunga. Reuters
Meski demikian, meredanya kenaikan harga minyak memberikan dukungan terhadap emas. Pemulihan jalur pasokan Arab Saudi mengurangi kekhawatiran inflasi energi yang lebih tinggi. Di sisi lain, konflik AS–Iran dan ketegangan di Timur Tengah tetap menjaga permintaan terhadap emas sebagai aset aman.
Secara fundamental, rebound emas masih menghadapi ujian selama dolar dan yield Treasury bertahan tinggi. Pergerakan berikutnya akan dipengaruhi ekspektasi kenaikan bunga The Fed, data inflasi AS, dan perkembangan geopolitik. Jika tekanan dolar mereda, emas berpeluang melanjutkan pemulihan, tetapi sinyal pengetatan lanjutan dapat kembali membatasi kenaikannya.