
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks dolar AS bertahan di sekitar 100,2 pada perdagangan Jumat (18/9), dekat level tertinggi dalam tujuh pekan. Dolar menuju penguatan mingguan lebih dari 1% ketika investor menilai prospek kebijakan Federal Reserve setelah kenaikan suku bunga terbaru, sementara penurunan harga minyak mulai meredakan kekhawatiran inflasi.
The Fed secara bulat menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4,00%, menandai kenaikan pertama dalam tiga tahun. Pejabat bank sentral juga membuka peluang pengetatan tambahan pada tahun ini untuk mengendalikan tekanan harga. Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa inflasi masih tinggi, sehingga memperkuat ekspektasi bertahannya kebijakan moneter ketat.
Perhatian pasar turut tertuju pada Bank of Japan yang diperkirakan menaikkan suku bunga. Sementara itu, Bank of England mempertahankan bunga pada Kamis, tetapi memperingatkan bahwa konflik Timur Tengah yang berkepanjangan dapat memerlukan kenaikan bunga. Di pasar energi, minyak melemah untuk sesi ketiga seiring upaya Arab Saudi memulihkan aliran melalui pipa East-West, membantu mengurangi tekanan terhadap prospek inflasi.