
Trending

Nikkei
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Nikkei 225 berbalik melemah pada perdagangan Rabu (9/9), kehilangan kenaikan sebelumnya setelah yen Jepang melanjutkan reli hingga mencapai level terkuat dalam hampir tujuh bulan. Nikkei ditutup turun 0,19% ke level 65.143 karena penguatan mata uang Jepang kembali membebani prospek perusahaan berorientasi ekspor.
Penguatan yen semakin mendapat perhatian setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan pelaku pasar agar tidak terus bertaruh terhadap pelemahan mata uang Jepang. Bessent mengatakan dirinya memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai langkah Bank of Japan dalam menjaga stabilitas yen, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebijakan yang dapat memperkuat mata uang tersebut lebih lanjut.
Yen yang lebih kuat cenderung menjadi sentimen negatif bagi perusahaan eksportir Jepang karena mengurangi nilai pendapatan luar negeri ketika dikonversikan kembali ke mata uang domestik. Selain itu, penguatan yen juga dapat membuat aset Jepang menjadi relatif lebih mahal bagi sebagian investor asing.
Tekanan terhadap pasar saham juga datang dari kenaikan harga minyak di tengah eskalasi konflik Timur Tengah. Harga energi yang semakin tinggi meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi sekaligus memperbesar ekspektasi bahwa suku bunga dapat bergerak lebih tinggi. Kondisi tersebut menjadi tantangan tambahan bagi Jepang yang sangat bergantung pada impor energi.
Sejumlah saham utama mencatat pelemahan. Advantest turun 2,8%, Mitsubishi UFJ Financial Group melemah 1,5%, Nintendo merosot 4%, sementara Fast Retailing kehilangan 2,7%. Penurunan tersebut menghapus dukungan dari sejumlah saham yang sebelumnya sempat menguat pada awal perdagangan.