
Trending

Fiskal & Moneter
Sumber: Newsmaker.id
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menunjukkan perubahan pendekatan yang tidak sepenuhnya diperkirakan pasar dalam pidato pertamanya di Jackson Hole. BCA Research menilai Warsh kini menyampaikan pesan yang jauh lebih dekat dengan kerangka kebijakan bank sentral konvensional dibandingkan kesan yang muncul dalam dua pertemuan awalnya sebagai pemimpin The Fed.
Strategis dari BCA Research Felix Vezina-Poirier mengatakan Warsh kini telah menjelaskan pola respons kebijakan atau reaction function yang secara umum sejalan dengan anggota Federal Open Market Committee (FOMC) lainnya. Perubahan tersebut menjadi penting setelah komunikasi Warsh dalam dua pertemuan pertamanya mendapat respons beragam dari pelaku pasar.
Meski demikian, Warsh tidak memberikan petunjuk langsung mengenai keputusan suku bunga pada pertemuan September. Pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga relatif berimbang. Warsh justru menekankan bagaimana The Fed akan merespons perkembangan data ekonomi yang masuk sebelum mengambil keputusan kebijakan berikutnya.
BCA juga menyoroti penegasan kembali Warsh terhadap target inflasi PCE sebesar 2%. Pernyataan tersebut dianggap penting karena pada Juli lalu Warsh sempat membuka ruang terhadap kemungkinan perubahan target inflasi. Ia juga menegaskan bahwa suku bunga federal funds tetap menjadi instrumen utama kebijakan moneter The Fed untuk saat ini.
Namun, BCA menilai kondisi ekonomi terbaru masih belum cukup kuat untuk membenarkan kenaikan suku bunga. Data tenaga kerja dan inflasi terbaru cenderung sedikit lebih lemah dibandingkan ekspektasi. Karena itu, meskipun pasar meningkatkan ekspektasi pengetatan moneter setelah pidato Jackson Hole, gambaran fundamental ekonomi AS dinilai belum banyak berubah.
Menurut Vezina-Poirier, dibutuhkan kejutan kenaikan kembali pada data tenaga kerja dan inflasi sebelum BCA menjadi lebih bearish terhadap obligasi pemerintah AS berjangka pendek atau memperkirakan kebijakan The Fed yang lebih agresif.
BCA juga memperkirakan inflasi inti PCE akan bergerak lebih rendah seiring meredanya lonjakan harga ekstrem. Inflasi inti PCE 12 bulan saat ini berada sekitar 88 basis poin di atas inflasi inti CPI, tetapi selisih antara trimmed mean PCE dan CPI hanya sekitar 29 basis poin. Dengan kondisi tersebut, BCA memperkirakan suku bunga The Fed kemungkinan tetap berada dekat level saat ini.
Analisa Newsmaker
Perubahan komunikasi Warsh menunjukkan bahwa nada hawkish tidak otomatis berarti The Fed akan menaikkan suku bunga pada September. Warsh tampaknya ingin mengembalikan keputusan kebijakan pada perkembangan data, khususnya inflasi dan pasar tenaga kerja, ketimbang memberikan sinyal kenaikan suku bunga sejak jauh hari.
Bagi pasar, kondisi ini dapat menjadi faktor penting bagi dolar AS, yield Treasury, dan emas. Apabila data tenaga kerja dan inflasi berikutnya tidak kembali menguat, ekspektasi kenaikan suku bunga berpotensi mereda sehingga menekan dolar dan yield serta memberikan ruang bagi emas untuk menguat. Sebaliknya, kejutan data yang kuat dapat kembali memperbesar peluang kenaikan suku bunga dan menjadi tekanan bagi harga emas. (mrv)*
Sumber : Newsmaker.id