
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran merebut kota pelabuhan Mocha di Yaman dan bergerak semakin dekat ke Selat Bab al-Mandeb, salah satu jalur pelayaran paling penting dunia. Perkembangan ini meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik Timur Tengah dapat mengganggu bukan hanya Selat Hormuz, tetapi juga akses energi melalui Laut Merah.
Bab al-Mandeb merupakan pintu selatan Laut Merah dan menjadi jalur utama bagi minyak serta bahan bakar dari kawasan Teluk menuju Eropa melalui Terusan Suez. Penguasaan wilayah pesisir yang lebih luas oleh Houthi dapat meningkatkan kemampuan kelompok tersebut untuk menekan lalu lintas kapal di kawasan.
Risiko semakin besar karena arus kapal melalui Selat Hormuz juga masih sangat terbatas. Data pelacakan menunjukkan hanya tujuh kapal yang melintasi Hormuz pada Rabu, turun dari 12 sehari sebelumnya dan di bawah rata-rata 10 hari sebanyak 14 kapal. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa jalur energi utama Asia–Eropa masih jauh dari normal.
Jika tekanan terhadap Hormuz dan Bab al-Mandeb terjadi secara bersamaan, produsen minyak Teluk berpotensi menghadapi hambatan lebih besar dalam menyalurkan pasokan ke pasar Eropa dan Asia. Risiko tersebut ikut menjaga harga energi tinggi, dengan Brent masih bertahan di atas US$100 per barel.
Konflik di Yaman juga kembali meningkat setelah pertempuran antara Houthi dan pasukan yang didukung Arab Saudi memburuk dalam beberapa hari terakhir. Lebih dari 20.000 orang dilaporkan mengungsi akibat bentrokan dalam dua pekan terakhir, memperbesar risiko kembalinya konflik Yaman ke skala yang lebih luas.
Analisa Newsmaker: ancaman terhadap dua chokepoint sekaligus menjadi risiko serius bagi pasar energi global. Jika Houthi mampu meningkatkan kontrol atau serangan di Bab al-Mandeb sementara Hormuz tetap terganggu, premi geopolitik pada minyak dapat bertahan tinggi bahkan meningkat. Sebaliknya, kemampuan pasar menggunakan jalur alternatif dan adaptasi rantai pasok masih menjadi faktor yang dapat menahan lonjakan harga lebih ekstrem. (arl)
Sumber : Newsmaker.id