
Trending

Fiskal & Moneter
Sumber: Newsmaker.id
Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan bank sentral akan mempertimbangkan risiko kenaikan harga dalam menentukan kebijakan pada pertemuan 17–18 September. Pernyataan tersebut semakin memperkuat spekulasi bahwa BoJ akan menaikkan suku bunga bulan ini.
Pasar swap kini memperkirakan peluang sekitar 99% untuk kenaikan suku bunga pada September. Ueda tidak membantah ekspektasi tersebut dan mengatakan perkembangan data ekonomi masih sesuai dengan proyeksi bank sentral, sementara tren inflasi Jepang sudah sangat dekat dengan target 2%.
Ekspektasi kenaikan bunga turut menguat setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mendorong BoJ mengambil kebijakan yang tepat. Namun, yen masih diperdagangkan di sekitar 160,20 per dolar dan telah kehilangan sebagian besar penguatan setelah intervensi terkoordinasi Jepang–AS pada 31 Juli.
Ueda juga berusaha meredakan kekhawatiran setelah imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun mencapai 3%, tertinggi dalam tiga dekade. Ia menilai kenaikan tersebut mengikuti tren global, sedangkan Menteri Keuangan Satsuki Katayama menegaskan tidak ada peserta G-20 yang menyampaikan kekhawatiran mengenai kondisi fiskal Jepang.
Kenaikan suku bunga BoJ berpotensi memperkuat yen dan menekan USD/JPY, tetapi dapat mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi serta membebani saham Jepang. Karena peluang kenaikan bunga telah hampir sepenuhnya diperhitungkan pasar, reaksi yen dapat terbatas apabila BoJ tidak memberikan sinyal pengetatan lanjutan.