
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Kelompok Houthi yang didukung Iran meningkatkan serangan di pesisir Laut Merah Yaman dan berupaya memperkuat kendali atas Selat Bab al-Mandab. Jalur ini menjadi salah satu rute penting bagi ekspor minyak Arab Saudi dan perdagangan global.
Iran pada Jumat (11/9), menyatakan dukungannya terhadap Houthi dan penguatan blokade terhadap Yaman. Kementerian Luar Negeri Iran juga meminta dialog segera dilanjutkan, sambil mengecam tekanan yang termasuknya melibatkan Israel dan Amerika Serikat.
Jika Houthi berhasil menguasai penuh Selat Bab al-Mandab, tawaran posisi Iran dalam ketegangan dengan pemerintahan Presiden Donald Trump berpotensi meningkat. Sebelumnya, Iran juga disebut telah membatasi lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz dalam perang yang berlangsung dengan Amerika Serikat.
Sejak blokade Hormuz dimulai pada akhir Februari, Bab al-Mandab menjadi jalur yang semakin penting bagi pengiriman global. Rute ini memiliki peran besar bagi ekspor minyak Saudi, terutama ketika jalur Teluk Persia menghadapi risiko gangguan yang lebih tinggi.
Dalam beberapa hari terakhir, Houthi melancarkan serangan darat dan merebut sejumlah kota pelabuhan penting di sepanjang Laut Merah, termasuk Mokha pada Kamis. Pasukan perdamaian Yaman yang didukung Saudi melaporkan mundur, sementara pemerintah Yaman berharap adanya respons militer dari Amerika Serikat.
Analisis Pembuat Berita: Maju cepatnya Houthi di pesisir Laut Merah menambah risiko baru bagi pasar energi global. Jika Bab al-Mandab terganggu secara bersamaan dengan ketegangan di Selat Hormuz, pasar minyak bisa menghadapi tekanan ganda dari dua jalur pelayaran strategis. Kondisi ini berpotensi menjaga premi risiko geopolitik tetap tinggi, mendorong harga minyak bertahan kuat, dan memperbesar kekhawatiran inflasi energi di pasar global. (asd)