
Trending

Global & Ekonomi
Sumber: Newsmaker.id
Pasar tenaga kerja Amerika Serikat memberikan sinyal yang cukup kuat pada Agustus 2026. Selain Nonfarm Payrolls yang melonjak 162.000 pekerjaan, jauh di atas ekspektasi pasar sebesar 56.000, pertumbuhan upah bulanan juga tetap stabil. Average Hourly Earnings naik 0,3% secara bulanan pada Agustus, sesuai dengan perkiraan pasar dan lebih tinggi dibandingkan kenaikan Juli yang direvisi menjadi 0,2%.
Rata-rata pendapatan per jam seluruh pekerja swasta naik sebesar 10 sen menjadi US$37,75. Sementara itu, upah pekerja sektor produksi dan non-supervisory meningkat 11 sen atau 0,3% menjadi US$32,53 per jam. Data tersebut menunjukkan tekanan upah bulanan masih bertahan, meskipun tidak memberikan kejutan seperti yang terlihat pada angka utama NFP.
Secara tahunan, pertumbuhan Average Hourly Earnings justru melambat menjadi 3,1% dari 3,2% pada Juli. Angka tersebut merupakan laju pertumbuhan terendah sejak Mei 2021, meskipun masih sedikit lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 3,0%. Perlambatan pertumbuhan upah tahunan memberikan sinyal bahwa tekanan inflasi dari sisi tenaga kerja secara bertahap mulai berkurang.
Data upah tersebut melengkapi laporan ketenagakerjaan yang menunjukkan NFP bertambah 162.000, tingkat pengangguran bertahan di 4,1%, tingkat partisipasi tenaga kerja naik menjadi 61,6%, dan tingkat pengangguran U-6 turun menjadi 7,7%. Kombinasi ini menggambarkan pasar tenaga kerja AS yang masih solid, tetapi tanpa tanda percepatan tekanan upah yang signifikan.
Bagi Federal Reserve, laporan tersebut memberikan gambaran yang cukup kompleks. Kuatnya penciptaan lapangan kerja dapat menjadi alasan untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat, tetapi perlambatan pertumbuhan upah tahunan mengurangi urgensi untuk menaikkan suku bunga secara agresif. Karena itu, pasar selanjutnya akan fokus pada data CPI dan PPI AS untuk menentukan apakah kuatnya NFP cukup untuk mendorong The Fed kembali menaikkan suku bunga pada September.(yds)
Sumber: Newsmaker.id