• Fri, Aug 21, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

21 August 2026 01:36  |

Wall Street Melemah, Yield Treasury Kembali Naik Meski Buyback Diperbesar

Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis (20/8) setelah yield Treasury AS kembali naik, meskipun Departemen Keuangan sebelumnya mengumumkan peningkatan program buyback obligasi jangka panjang. Dow Jones turun sekitar 602 poin atau 1,1%, S&P 500 melemah 0,7%, sementara Nasdaq Composite terkoreksi 1,1%.

Tekanan terbesar pada Dow datang dari saham Walmart yang merosot sekitar 9%. Di saat yang sama, kenaikan biaya pinjaman kembali membebani saham-saham growth dan teknologi karena investor mulai mempertanyakan apakah yield tinggi dapat bertahan lebih lama dan mengganggu momentum bullish pasar saham.

Yield Treasury tenor 10 tahun naik lebih dari 5 basis poin ke sekitar 4,706%, bahkan kembali berada di atas level sebelum pengumuman buyback Treasury pada Rabu. Yield 30 tahun juga bertambah lebih dari 5 basis poin ke sekitar 5,251%, setelah awal pekan sempat menyentuh level tertinggi dalam hampir dua dekade.

Kenaikan yield tersebut menunjukkan efek awal kebijakan buyback mulai memudar. Departemen Keuangan sebelumnya menyatakan akan setidaknya menggandakan pembelian kembali Treasury tenor 10, 20, dan 30 tahun. Menteri Keuangan Scott Bessent bahkan membuka peluang bahwa ukuran operasi dapat melebihi US$4 miliar yang sebelumnya diumumkan.

Namun, sebagian pelaku pasar masih meragukan apakah buyback saja cukup untuk mengatasi tekanan obligasi jangka panjang. Kekhawatiran terhadap besarnya defisit fiskal, pasokan utang pemerintah, inflasi energi, dan tingginya kebutuhan pembiayaan korporasi tetap membuat investor meminta yield lebih tinggi.

Analisis Newsmaker: kembalinya yield 10 tahun ke atas 4,70% menjadi sinyal bahwa pasar belum sepenuhnya yakin dengan efektivitas buyback Treasury. Selama yield tetap tinggi, saham teknologi dan indeks Nasdaq berpotensi menghadapi tekanan lebih besar karena valuasinya sensitif terhadap biaya modal. Sebaliknya, penurunan yield yang lebih konsisten dibutuhkan sebelum Wall Street memiliki ruang lebih kuat untuk kembali melanjutkan rally.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

MARKET UPDATE

Asia Merah 3 Hari, Minyak Naik

Bursa Asia melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga, sementara harga minyak naik tipis karena perang di Iran dinilai berpotens...

4 March 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Naik, Wall Street Pecah Rekor!

Saham Asia menguat pada Jumat setelah indeks-indeks utama Wall Street mencetak rekor, didukung reli saham bertema kecerdasan ...

15 May 2026 08:00
MARKET UPDATE

Asia Cetak Rekor, Yield AS Naik: CPI Pasar Nunggu

Saham Asia menguat untuk hari kelima berturut-turut pada hari Rabu, dengan MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,4% dan kemb...

12 February 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Merah Tipis, Yen Tetap Kuat: Tarif Korea Bikin Pasar Ki...

Bursa Asia bergerak melemah tipis setelah kekhawatiran tarif muncul lagi. Korea Selatan jadi pusat perhatian: Kospi turun sek...

27 January 2026 07:23
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai