Bursa Eropa Ditutup Melemah, Saham Luxury Jadi Beban
Bursa saham Eropa ditutup sedikit melemah pada perdagangan Kamis (20/8) karena tekanan pada saham barang mewah dan masih adanya kekhawatiran terhadap kondisi makroekonomi global. Indeks Euro STOXX 50 turun 0,2% ke 6.432, sementara STOXX Europe 600 turun tipis ke 651.
Sektor barang mewah menjadi salah satu pemberat utama. Sentimen terhadap perusahaan premium memburuk setelah data penjualan ritel China pada Juli tumbuh lebih rendah dari perkiraan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap permintaan dari China, yang merupakan salah satu pasar konsumen barang mewah terbesar dunia.
Tekanan juga datang dari Amerika Serikat. Yield Treasury yang kembali naik, dolar yang melemah, serta meningkatnya risiko inflasi membuat prospek belanja diskresioner menjadi lebih tidak pasti. Saham LVMH dan Adidas masing-masing turun sekitar 3%, sementara Hermes melemah sekitar 2%.
Sektor industri juga ikut tertekan. Airbus, Safran, dan Rheinmetall turun sekitar 2%, sehingga ikut membatasi kemampuan indeks utama Eropa untuk melakukan rebound setelah mengalami tekanan dalam beberapa sesi terakhir.
Di sisi lain, saham Intesa Sanpaolo naik sekitar 0,4% setelah Banca MPS menyetujui penawaran terhadap BPM dan Banca Generali sebagai bagian dari upaya menghadapi proses konsolidasi di sektor perbankan Italia. Penguatan tersebut hanya mampu memberikan dukungan terbatas terhadap pasar secara keseluruhan.(yds)
Sumber: Newsmaker.id