• Thu, Aug 20, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

14 August 2026 12:01  |

Harga Minyak Stabil; Ancaman Blokade Iran Menahan Penurunan

Harga minyak relatif stabil dalam perdagangan hari Jumat (14 Agustus) setelah Amerika Serikat mengancam akan mempertahankan blokade angkatan laut terhadap Iran untuk jangka waktu tak terbatas. Minyak mentah Brent berada di kisaran US$87,08 per barel, sementara WTI diperdagangkan di dekat level US$81,31.

Kedua acuan harga minyak tersebut tetap berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan sekitar 4%, meskipun sempat turun lebih dari 2% pada sesi sebelumnya. Risiko geopolitik turut meredam tekanan jual yang muncul setelah data menunjukkan lonjakan besar dalam cadangan minyak AS serta revisi penurunan pada perkiraan permintaan global.

Washington memperingatkan bahwa tekanan ekonomi terhadap Teheran dapat meningkat menyusul kebuntuan dalam perundingan gencatan senjata. Menteri Keuangan AS Scott Bessent bahkan mengisyaratkan akan adanya langkah-langkah baru untuk semakin mengisolasi ekonomi Iran.

Ketegangan di Selat Hormuz juga masih tinggi. Iran terus membatasi aktivitas pelayaran di jalur air tersebut, yang—sebelum konflik—menjadi jalur bagi sekitar 20% pasokan minyak dunia. Risiko keamanan meningkat setelah dua kapal milik Abu Dhabi National Oil Company dilaporkan diserang saat melintasi selat tersebut.

Di sisi lain, prospek permintaan menjadi faktor penghambat kenaikan harga. Baik OPEC maupun Badan Energi Internasional (IEA) telah memangkas perkiraan permintaan minyak mereka, sementara cadangan minyak mentah AS mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari tiga tahun terakhir. Kondisi ini membuat pasar terjebak dalam tarik-menarik antara risiko pasokan dan kekhawatiran terkait permintaan.

Analisis Newsmaker: Harga minyak terus mendapat dukungan kuat dari ancaman blokade Iran dan ketidakpastian seputar Selat Hormuz; namun, lonjakan cadangan minyak AS dan prospek permintaan yang lebih lemah membatasi potensi kenaikan harga. Selama sentimen yang bertolak belakang ini terus berlanjut, harga Brent kemungkinan akan tetap berada di kisaran US$85–US$90, dengan eskalasi geopolitik sebagai pemicu utama bagi lonjakan harga yang lebih tajam. (asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai