• Fri, Aug 21, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

20 August 2026 08:44  |

Tingkat Pengangguran Australia Naik ke 4,5%; Dolar Australia Tertekan

Tingkat pengangguran Australia naik menjadi 4,5% pada Juli 2026 dari 4,4% pada bulan Juni, melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan angka tersebut akan tetap di level 4,4%. Data terbaru dari Biro Statistik Australia (ABS) menunjukkan bahwa kondisi pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum setelah sebelumnya menunjukkan kekuatan.

Tekanan juga terlihat pada angka ketenagakerjaan. Australia kehilangan sekitar 15.800 lapangan kerja pada bulan Juli—sebuah perubahan drastis dari penambahan 76.300 lapangan kerja pada bulan Juni dan jauh di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan sekitar 15.000 lapangan kerja.

Tingkat partisipasi angkatan kerja sedikit menurun menjadi 66,9% dari 67,0%. Meskipun lapangan kerja penuh waktu (full-time) meningkat sekitar 16.300, jumlah pekerjaan paruh waktu (part-time) justru berkurang sebanyak 32.200, menyusul periode pertumbuhan yang kuat.

Data ini mengindikasikan pasar tenaga kerja Australia yang mulai melambat, yang dapat mengurangi tekanan bagi Reserve Bank of Australia (RBA) untuk kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Namun, arah kebijakan RBA akan tetap bergantung pada tren inflasi, terutama di tengah risiko kenaikan harga energi global.

Dolar Australia langsung mendapat tekanan setelah rilis data tersebut. Pasangan mata uang AUD/USD turun sekitar 0,26% ke level 0,7106 seiring investor mengurangi ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih *hawkish* dari RBA.

Analisis Newsmaker: Data tenaga kerja yang melemah menjadi sentimen negatif jangka pendek bagi dolar Australia, karena mengurangi alasan bagi RBA untuk melakukan pengetatan kebijakan lebih lanjut. Jika data ekonomi berikutnya juga menunjukkan perlambatan, pasangan AUD/USD dapat menghadapi tekanan penurunan lebih lanjut. Kendati demikian, inflasi dan pergerakan dolar AS tetap menjadi faktor krusial yang akan menentukan apakah pelemahan dolar Australia akan berlanjut atau tetap terbatas. (asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
ECONOMY

Tingkat Pengangguran Australia Naik Menjadi 4,1%

Tingkat Pengangguran Australia naik menjadi 4,1% pada bulan Januari dari 4,0% pada bulan Desember, menurut data resmi yang di...

20 February 2025 07:46
GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai