Emas Bertahan Dekat US$4.500 Setelah Buyback Treasury Tekan Yield AS
Harga emas bertahan di sekitar US$4.500 per troy ounce pada perdagangan Kamis (20/8), setelah mencatat kenaikan harian terbesar dalam enam bulan pada sesi sebelumnya. Penguatan logam mulia terjadi setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat secara mengejutkan meningkatkan program pembelian kembali obligasi pemerintah tenor panjang, langkah yang langsung menekan yield Treasury dan meningkatkan daya tarik emas.
Departemen Keuangan AS mengumumkan akan meningkatkan sedikitnya dua kali lipat ukuran operasi buyback untuk obligasi tenor 10 hingga 30 tahun. Kebijakan tersebut dipandang sebagai upaya meredam lonjakan biaya pinjaman setelah yield obligasi jangka panjang mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade. Ketika yield turun, biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan bunga ikut berkurang sehingga permintaan terhadap bullion cenderung meningkat. Pada hari yang sama, pemerintah AS juga mengungkapkan total utang publik negara tersebut telah menembus US$40 triliun untuk pertama kalinya.
Meski demikian, ruang kenaikan emas belum sepenuhnya terbuka. Pasar masih menunggu apakah penurunan yield Treasury dapat bertahan lebih lama dan apakah arus dana menuju ETF emas mulai meningkat. Setelah reli tajam lebih dari 4% pada sesi sebelumnya, pergerakan emas berpotensi memasuki fase konsolidasi karena investor melakukan penyesuaian posisi.
Tekanan inflasi dari sektor energi juga masih menjadi risiko. Harga minyak tetap tinggi karena prospek tercapainya kesepakatan antara Washington dan Teheran terkait Selat Hormuz masih belum jelas. Ketegangan baru antara Iran dan Uni Emirat Arab turut menjaga risiko geopolitik di Timur Tengah tetap tinggi. Kenaikan harga energi berpotensi kembali meningkatkan tekanan inflasi dan membuat arah kebijakan moneter Federal Reserve menjadi lebih ketat.
Risalah rapat FOMC Juli yang dirilis Rabu menunjukkan lebih banyak pejabat The Fed mendukung kenaikan suku bunga dibandingkan tiga anggota yang secara resmi menyatakan perbedaan pendapat. Sejumlah pejabat lainnya juga membuka peluang kenaikan suku bunga apabila inflasi tidak menunjukkan perbaikan. Kondisi tersebut menjadi penahan bagi emas karena suku bunga yang lebih tinggi biasanya mengurangi daya tarik aset tanpa imbal hasil. Pada perdagangan Asia, emas spot bergerak di sekitar US$4.495 per troy ounce, sementara pasar terus memantau pergerakan yield Treasury, dolar AS, dan perkembangan geopolitik Timur Tengah sebagai katalis berikutnya.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id