Bursa Eropa Melemah, Lonjakan Minyak dan Yield Tekan Sentimen
Bursa saham Eropa bergerak melemah pada perdagangan Selasa (18/08) setelah kenaikan harga minyak dan lonjakan yield obligasi kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi. Indeks pan-Eropa STOXX 600 turun sekitar 0,2% ke level 654,81 pada awal perdagangan.
Tekanan pasar meningkat setelah prospek perdamaian permanen antara Amerika Serikat dan Iran semakin meredup. Seorang pejabat senior Iran menyatakan Teheran akan beralih ke sikap militer yang lebih ofensif setelah upaya negosiasi mengalami kebuntuan, sementara Washington menolak memperpanjang kesepakatan gencatan senjata sementara.
Sektor energi menjadi salah satu yang paling kuat dengan kenaikan sekitar 0,6% setelah Brent menguat ke kisaran US$91,41 per barel. Harga minyak yang tinggi memberikan keuntungan bagi perusahaan energi, tetapi di sisi lain meningkatkan kekhawatiran bahwa biaya energi akan kembali mendorong inflasi Eropa.
Sebaliknya, sektor basic resources turun sekitar 1% mengikuti pelemahan harga emas. Kenaikan yield Treasury AS mengurangi daya tarik logam mulia menjelang rilis risalah pertemuan Federal Reserve Juli yang akan menjadi petunjuk penting mengenai arah kebijakan suku bunga berikutnya.
Tekanan juga terlihat di pasar obligasi Eropa. Yield Bund Jerman tenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak 2011, sementara yield obligasi Prancis tenor 10 tahun menyentuh level tertinggi dalam 16 tahun. Investor khawatir konflik Timur Tengah yang berkepanjangan dapat meningkatkan inflasi sekaligus mendorong kebutuhan belanja pertahanan pemerintah.
Analisis Newsmaker: Bursa Eropa saat ini menghadapi tekanan ganda dari lonjakan harga energi dan kenaikan yield obligasi. Selama Brent bertahan di atas US$90 dan risiko konflik AS-Iran belum mereda, saham-saham sensitif terhadap suku bunga berpotensi tetap tertekan. Sektor energi masih dapat menjadi penopang, tetapi risiko inflasi dan biaya pendanaan yang lebih tinggi dapat membatasi kenaikan indeks secara keseluruhan.(asd)
Sumber: Newsmaker.id