• Tue, Aug 18, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

18 August 2026 14:34  |

Bursa Eropa Melemah, Lonjakan Minyak dan Yield Tekan Sentimen

Bursa saham Eropa bergerak melemah pada perdagangan Selasa (18/08) setelah kenaikan harga minyak dan lonjakan yield obligasi kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi. Indeks pan-Eropa STOXX 600 turun sekitar 0,2% ke level 654,81 pada awal perdagangan.

Tekanan pasar meningkat setelah prospek perdamaian permanen antara Amerika Serikat dan Iran semakin meredup. Seorang pejabat senior Iran menyatakan Teheran akan beralih ke sikap militer yang lebih ofensif setelah upaya negosiasi mengalami kebuntuan, sementara Washington menolak memperpanjang kesepakatan gencatan senjata sementara.

Sektor energi menjadi salah satu yang paling kuat dengan kenaikan sekitar 0,6% setelah Brent menguat ke kisaran US$91,41 per barel. Harga minyak yang tinggi memberikan keuntungan bagi perusahaan energi, tetapi di sisi lain meningkatkan kekhawatiran bahwa biaya energi akan kembali mendorong inflasi Eropa.

Sebaliknya, sektor basic resources turun sekitar 1% mengikuti pelemahan harga emas. Kenaikan yield Treasury AS mengurangi daya tarik logam mulia menjelang rilis risalah pertemuan Federal Reserve Juli yang akan menjadi petunjuk penting mengenai arah kebijakan suku bunga berikutnya.

Tekanan juga terlihat di pasar obligasi Eropa. Yield Bund Jerman tenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak 2011, sementara yield obligasi Prancis tenor 10 tahun menyentuh level tertinggi dalam 16 tahun. Investor khawatir konflik Timur Tengah yang berkepanjangan dapat meningkatkan inflasi sekaligus mendorong kebutuhan belanja pertahanan pemerintah.

Analisis Newsmaker: Bursa Eropa saat ini menghadapi tekanan ganda dari lonjakan harga energi dan kenaikan yield obligasi. Selama Brent bertahan di atas US$90 dan risiko konflik AS-Iran belum mereda, saham-saham sensitif terhadap suku bunga berpotensi tetap tertekan. Sektor energi masih dapat menjadi penopang, tetapi risiko inflasi dan biaya pendanaan yang lebih tinggi dapat membatasi kenaikan indeks secara keseluruhan.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

MARKET UPDATE

Asia Merah 3 Hari, Minyak Naik

Bursa Asia melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga, sementara harga minyak naik tipis karena perang di Iran dinilai berpotens...

4 March 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Naik, Wall Street Pecah Rekor!

Saham Asia menguat pada Jumat setelah indeks-indeks utama Wall Street mencetak rekor, didukung reli saham bertema kecerdasan ...

15 May 2026 08:00
MARKET UPDATE

Asia Cetak Rekor, Yield AS Naik: CPI Pasar Nunggu

Saham Asia menguat untuk hari kelima berturut-turut pada hari Rabu, dengan MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,4% dan kemb...

12 February 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Merah Tipis, Yen Tetap Kuat: Tarif Korea Bikin Pasar Ki...

Bursa Asia bergerak melemah tipis setelah kekhawatiran tarif muncul lagi. Korea Selatan jadi pusat perhatian: Kospi turun sek...

27 January 2026 07:23
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai