Wall Street Di Tutup Melemah Saat Investor Hindari Risiko
Bursa saham Amerika Serikat di tutup melemah pada perdagangan Senin, 17 Agustus 2026, ketika meningkatnya ketegangan di Timur Tengah mendorong investor kembali berhati-hati terhadap aset berisiko. US500 turun sekitar 0,46% ke area 7.749, sementara US30 melemah sekitar 0,50% dan US100 turun sekitar 0,36%. Penurunan tersebut terjadi setelah indeks saham AS sebelumnya berada dekat rekor tertingginya.
Tekanan terutama datang dari kembali meningkatnya kekhawatiran terhadap konflik AS-Iran dan keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Presiden Donald Trump memperkeras retorikanya terhadap Iran dan bahkan mengancam Oman apabila negara tersebut menghalangi kebijakan Washington. Pada saat yang sama, belum adanya kemajuan berarti dalam negosiasi membuat pelaku pasar kembali memperhitungkan risiko gangguan pasokan energi dari kawasan tersebut.
Ketegangan itu langsung tercermin pada pasar energi. Brent melonjak sekitar US$2,35 dan ditutup di US$90,87 per barel, sedangkan WTI naik US$2,10 menjadi US$84,50. Kekhawatiran semakin besar setelah aktivitas pelayaran melalui Hormuz turun tajam dibandingkan akhir pekan sebelumnya, memperkuat risiko bahwa gangguan berkepanjangan dapat menekan suplai minyak global.
Kenaikan minyak juga menambah dilema bagi investor karena harga energi yang tinggi dapat kembali meningkatkan tekanan inflasi AS. Kondisi tersebut berpotensi membatasi ruang Federal Reserve untuk melonggarkan kebijakan, bahkan ketika data ekonomi terbaru mulai menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan kebijakan moneter tersebut, investor cenderung mengambil posisi lebih defensif menjelang perkembangan baru dari Timur Tengah dan rilis ekonomi AS berikutnya.(CP)